Showing posts with label Sport. Show all posts
Showing posts with label Sport. Show all posts

Wow...Cannavaro dan Pires Mau ke Indonesia....

Fabio cannavaro yang selalu menjadi bek andalan dibeberapa klub yang pernah dibelanya dan negara italia serta Robert Pires yang pernah menjadi salah satu pilar inti Arsenal dan perancis akan hadir di bumi Indonesia. Hmmm... semakin tenar saja dunia sepak bola indonesia sampai beberapa bintang dunia berdatangan setelah sebelumnya David Beckham cs bertamu menjamu timnas selection. Kali ini 2 bintang yang namanya selalu diperhitungkan di sepak bola internasional ini akan ikut serta dalam pertandingan yang bertajuk 'Showbol' pada tanggal 24-25 Februari 2012 di Istora Senayan, Jakarta. Selain kedua pemain bintang tersebut, akan hadir pula mantan pemain timnas Brazil, Denilson dan Ambassador Showbol, Djalminha.

Laga tersebut diprakarsai oleh MorStar Indonesia. Event pada tahun 2012 ini akan memberikan suatu pengalaman yang luar biasa, dengan format indoor yang terinspirasi dari pertandingan Indoor Football yang sangat terkenal di wilayah Amerika Latin. Dalam pertandingan ini akan dibagi dua tim yaitu Samba and friends dan Eropa friends.

Selain pertandingan, acara yang akan disiarkan salah satu stasiun televisi swasta ini akan mengadakan coach clinic yang akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno Senayan serta games-games menarik lainnya.
 
Gelaran ini juga menambah semangat pra Euro 2012 yang akan digelar juni nanti. RCTI sebagai broadcasting partner dari euro 2012 juga akan menampilkan pertandingan sepak bola indoor ini secara langsung. So, bagi pecinta sepak bola, khususnya yang doyan main futsal, jangan sampai terlewatkan. Salam Olah Raga..he,,he... :)

Indonesian Selection, Komposisi 2 Generasi Racikan Pelatih Lokal

Rasanya sudah tidak perlu dibuktikan lagi kepiawaan seorang Rahmad Darmawan yang telah membuktikan diri sebagai salah satu pelatih terbaik Indonesia bahkan jelas lebih unggul di banding Wim Rijsbergen yang terakhir melatih Timnas Senior. hal ini dibuktikan dari penampilan gemilang Timnas U-23 di ajang Sea Game 2011 beberapa waktu lalu dengan meraih posisi runner up, bahkan Rahmad Darmawan mendapatkan pujian mulai dari masyarakat pecinta sepak bola sampai para pengamat dan pelatih sepak bola lainnya. Berbeda Halnya dengan Wim yang terakhir dengan jelas tidak berhasil memberikan prestasi apapun setelah Timnas Indonesia yang pada awalnya di racik oleh seorang Alfred Riedle terdepak dari pertarungan kualifikasi Piala Dunia 2014 dengan catatan tidak pernah menang. Dan terakhir pelatih berdarah Belanda ini mendapat kritikan dan kecaman keras dari peracik timnas yang dibawanya, Alfred Riedle, serta salah satu pelatih terkemuka diindonesia Benny Dollo juga mengecam sikap Wim yang menyalahkan pemain menyangkut hasil pertandingan.
Balik lagi ke Rahmad Darmawan. Kali ini RD kembali meracik sebuah tim untuk menghadapi salah satu tim kaliber dunia, LA Galaxy yang didalamnya dihuni beberapa pemain top dunia seperti, David Beckham, Landon Donovan dan Robbie Keane.
Dan kali ini rahmad darmawan memiliki opsi yang lebih banyak dibanding sebelumnya yang harus melakukan seleksi terhadap pemain dengan usia 23 tahun kebawah. 21 pemain yang terjaring dalam skuad racikan RD kali ini terdiri dari pemain yang menghuni tim U-23 dan Timnas Senior, dimana bomber maut Patrich Wanggai dan Titus Bonai tetap menjadi pilihan.
Menurut pengamatan saat ini, Tim yang dipersiapkan ini adalah hasil gabungan pemain-pemain terbaik dari dua generasi sepak bola Indonesia.
Berikut daftar pemain yang akan bermain untuk Tim Indonesian Selection  :
Timnas U-23: Kurnia Meiga, Andritany Ardiansyah, Diego Michiels, Abdul Rahman, Hasyim Kipuw, Mahadirga Lasut, Egi Melgiansyah, Oktovianus Maniani, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai, Titus Bonai.
Timnas senior: Firman Utina, Ahmad Bustomi, M. Ridwan, Cristian Gonzales, Boaz Solossa, Hamka Hamzah, Bambang Pamungkas, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Zulkifli Syukur.

Beckham Belum kehilangan Kharismanya

Menyongsong bergulirnya pertandingan persahabatan yang mempertemukan Tim Indonesia Selection melawan juara Liga Amerika, LA Galaxy di Gelora Bung Karno 30/11 nanti, terdapat satu sosok yang saat ini masih belum kehilangan kharismanya, selain faktor wajah tampan yang membuat para wanita menjerit histeris, David Beckham juga masih piawai di lapangan dengan ikut berperan besar membawa LA Galaxy menjuarai MLS.
Kehadiran Tim LA Galaxy di Bandara Soekarno-Hatta, 28/11 membuat para pengunjung yang sebagian besar menanti kedatangan Beckham heboh dan menjerit histeris, apalagi orang pertama yang keuar dari Gate 2-D adalah sang idola tersebut.
Tim kaliber dari Amerika yang dihuni beberapa pemain top dunia lainnya seperti Landon Donovan dan Robbie Keane ini akan dijamu oleh Tim Indonesia Selection yang diracik oleh Coach Rahmad Darmawan yang turut memasukkan sebanyak 11 orang Timnas U-23 yang berlaga di Ajang Sea Game.
Untuk melengkapi komposisi tim, Rahmad Darmawan juga menyisipkan beberapa pemain senior seperti Boaz Salosa, Bambang Pamungkas dan Cristian "El-Loco" Gonzalez.

Manchester City, Tetap hebat dan BelumTerkalahkan


Walaupun harus menghadapi lawan berat melawan tim sekelas Liverpool, senin 28/11 kemarin, The Cityzen tetap dapat mempertahankan rekor tak terkalahkannya. Hasil imbang 1-1 tetap mengukuhkan tim besutan Roberto Mancini ini di puncak klasemen dan tetap menjaga jarak dari rival sekotanya Manchester United yang tertinggal 5 point.
City yang hanya bermain dengan 10 orang pada menit ke 83 dan mendapat tekanan mental dari supporter tuan rumah tetap berusaha tenang dan bermain bagus sepanjang pertandingan. Beberapa pemain menunjukkan kegemilangannya diposisinya masing-masing terutama di posisi penjaga gawang yang dihuni Joe Hart.
Jika eksistensi mereka terus terjaga seperti ini, maka gelar juara liga inggris akan menjadi hal termanis bagi seluruh pemain, fans dan manajemen yang sudah lama mendambakannya.
Chayo.... Maju terus Manchester City.

3,5 Tahun Latihan di Paraguay, Timnas Aceh bermain buruk

Bukan waktu yang singkat selama 3,5 tahun latihan yang dijalani oleh Timnas Aceh di Negara Paraguay. Alhasil, mereka mengecewakan ribuan penonton yang sudah sangat antusias ingin melihat hasil yang mereka pelajari di salah satu Negara yang sepak bolanya sudah diakui didunia.
Timnas Aceh yang diharapkan mempunyai skill dan teknik bermain lebih bagus dari tim-tim lainnya ini hanya mampu bermain imbang melawan tim juara PPLP Nasional dari Jawa Tengah dalam turnamen Segitiga Muda di stadion Lhong Raya Banda Aceh 20/11. Permainan mereka pun tidak menunjukkan bahwa mereka berlatih di negara dengan kultur sepak bola yang mendunia sekalas Paraguay. Bahkan hampir seluruh penonton yang memadati stadion menghujat mereka bahkan melempari mereka saat keluar dari lapangan.
Tim yang menghabiskan kurang lebih 27 Miliar dana APBA untuk dilatih di negara Paraguay ini bahkan sering kali membuat kesalahan dalam bermain, akurasi umpas yang buruk, sering membuang bola keluar lapangan dan sering menumpuk ditengah lapangan.
Tidak ada kelas teknik yang menunjukkan bahwa mereka pantas untuk disebut Timnas Aceh. Bahkan beberapa orang penonton berpendapat bahwa permainan mereka tidak beda seperti tim-tim lainnya yang hanya latihan di lapangan biasa.
Pantas saja para penonton melempari mereka, APBA sebesar 27 Miliar terbuang sia-sia. Uang masyarakat yang awalnya dengan penuh harapan dan kebanggaan diikhlaskan tanpa ada protes sedikitpun ini kemudian mengecewakan seluruh masyarakat Aceh.

Timnas Kalah, Supporter Tunjukkan Egonya

Tim Garuda Muda gagal mendulang emas setelah kalah lewat adu penalti dari Malaysia pada pertandingan Final Sepak bola Sea Game di Stadion Gelora Bung Karno Senin, 21/11. Pertandingan yang dalam waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1 ini akhirnya harus dituntaskan lewat adu penalti. Kerja keras Egi cs telah menunjukkan kerja keras dan semangat yang luar biasa dengan menciptakan beberapa peluang emas, namun keberuntungan belum berada dikubu para pemain masa depan indonesia ini.
Hal yang sangat disayangkan adalah sikap para suporter yang mencerminkan egoisme yang sangat tinggi. Mereka langsung meninggalkan stadion sesaat setelah pertandingan usai. Sangat bertolak belakang dari apa yang mereka perlihatkan saat Timnas memenangkan pertndingan-pertandingan sebelumnya. Seharusnya mereka mampu memperlihatkan sedikit respon positif kepada para pemain yang telah bekerja keras dilapangan dan tetap memberikan semangat dengan sedikit tepuk tangan sebagai tanda respect untuk mereka. Inilah penyakit masyarakat kita, Senang disaat senang tetapi tidak mau tau saat sedang dalam keterpurukan. Tidak mau tau dan tidak mau menghargai kerja keras orang lain jika hasilnya kurang memuaskan.
Come on man... Show Respect for them... Keep give some spirit.
Bravo Timnas Indonesia, Terimakasih atas perjuangan kalian. Tetap Semangat. Kerja keras kalian akan menghasilkan suatu kebanggaan yang bisa membungkam keegoisan supporter yang meninggalkan kalian saat kalah.
Peace, Love and Bif Respect from me.......!!!!

Raih Emas, Tuntaskan Polemik Sepak Bola Nasional, Buktikan...!!!!

Luar biasa ! Bravo ! Dengan semangat dan kerja keras, Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak final seagame tahun ini dan akan menghadapi Malaysia yang akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno pada hari Senin, 21 November 2011 Pukul 19.00 WIB.
Hasil yang luar biasa diberikan oleh garuda muda dengan torehan  kali menang dan 1 kalah serta dengan catatan memasukkan 13 Gol kegawang lawan dan hanya kemasukan 2 gol. Prestasi ini diraih dengan pengorbanan dan kerja keras luar biasa dari seluruh pemain yang dipimpin oleh Andik Vermansyah.
The Black Tridente, Okto Maniani, Patric Wangai dan Titus Bonai kembali memancarkan kilauan mutiara hitam yang dulu pernah berkilau dimasa Rockey Poetiray tetapi kemudian dipendam dalam lemari politik dan rasisme serta diskriminasi terhadap daerah-daerah yang berada jauh dari ibukota.
Tahun ini, merekalah yang akan membuktikan dan menunjukkan kepada Indonesia, bahwa tanpa warna Indonesia tidak gemerlap. Tahun ini sebuah keyakinan dengan kerja keras dan pengorbanan mereka, Timnas akan kembali mengulang sejarah yang terjadi 20 tahun silam, 1991 dimana Indonesia berhasil menjadi juara umum seagame dan mendapatkan emas di cabang olah raga paling bergengsi sedunia, Sepak Bola.

Antara Olah raga dan Budaya

Bila berbicara mengenai olahraga, maka kita menyadari bahwa ada bermacam-macam cabang olahraga yang bisa dipilih dan berkomitmen untuk menekuninya. Ada olahraga modern yang cara dan aturannya akan berbeda dengan olahraga tradisional yang masih minim baik dari tata cara bermain dan aturan-aturannya. Ada juga olahraga yang dirancang dan dilakukan untuk melatih kondisi fisik atau otot para pelakunya, ada pula yang dibuat untuk menstimulasi kesegaran rohani atau psikis dan merancang kerja otak. Maka perlu kita ketahui beberapa macam olahraga yang ada.

Berdasarkan masa terdiri dari pertama olahraga modern. Dalam lingkup ini, olahraga yang dimaksud modern adalah olahraga yang telah resmi, baik secara aturan permainan dan alat yang digunakan bermain di seluruh negara. Dan secara internasional, cabang-cabang olahraga modern ini tidak bisa diubah salah satu atributnya tanpa perubahan dari induk-induk organisasi olahraga dunia terkait. Beberapa cabang olahraga modern misalnya: anggar, angkat besi, bulutangkis, catur, golf, loncat indah, menembak, sepak bola, tenis, tinju dan lain-lain. Kedua, olahraga tradisional. Sejauh ini hanya di Indonesia yang mengenalkan jenis olahraga tradisional kepada publik dalam negeri. Yang dimaksud tradisional adalah jenis olahraga yang timbul berdasar permainan dari masing-masing suku dan etnis yang ada di Indonesia. Dan cabang ini tidak semuanya dilombakan baik secara nasional maupun internasional. Adapun cabang-cabang di dalamnya adalah: sepak takraw, pencak silat, karapan sapi, egrang, dan lain-lain.

Berdasarkan organ tubuh terdiri atas pertama Olahraga fisik atau otot. Sesuai dengan porsi latihan yang dilakukan, olahraga fisik atau otot ini lebih menitikberatkan pada ketahanan fisik dan kekuatan otot pelaku dimana sebelumnya mereka telah berlatih membentuk ketahanan dan kekuatan tubuh di masing-masing cabang olahraga ini. Banyak contoh dari olahraga ini yang banyak digemari, salah satunya binaraga. Dimana pelaku diharuskan berkelanjutan memperkuat otot dengan kombinasi olahraga angkat besi, lari, dan diimbangi dengan makanana bernutrisi. Namun secara umum, olahraga jenis ini tentu saja akan menguras banyak tenaga. Tapi tidak diperbolehkan penggunaan obat bantu untuk menambah ketahanan. Karena pengkonsumsian obat tersebut sama saja dengan pemforsiran fungsi kerja tubuh. Kedua, olahraga psikis. Sejak awal, cabang-cabang olahraga psikis atau olahraga otak ini mengindikasikan latihan untuk memperbagus fungsi kerja otak. Baik dari segi berpikir strategi maupun tingkat kesabaran pemain. Cukup sedikit cabang olahraga otak ini. Beberapa yang terkenal adalah catur yang banyak diminati karena pola permainannya yang mengandalkan pemilihan strategi menyerang dan bertahan juga melatih kesabaran pemain. Ada pula memancing yang menstimulasi tingkat kesabaran juga adrenalin para peminatnya.

Karakteristik posmo dalam pengembangan ilmu adalah karakteristik sikap ilmiah dalam memaknai perubahan sosial masyarakat. Untuk memahami laju percepatan perubahan sosial yang luar biasa membuat kita perlu mencari terus filsafat, teori, dan metodologi pengembangan ilmu yang tepat. Di samping itu mengenai karakteristik posmo tidak hanya untuk mengubah sikap ilmiah, melainkan juga dimasudkan agar substansi telaahannya dikenal baik, dan selanjutnya diolah dengan lebih baik. Studi Geertz di Pare yang disamarkan dengan nama Mojokuto membagi masyarakat menjadi priyayi, abangan, dan santri mendapat kritik para fungsionalis (yang positif modern), sebagai sinkretis, dengan kesimpulan mengarah ke marginalisasi peran Islam, dan dimaknai bahwa Islam itu tidak berbahaya. Tetapi interpreti Geertz tentang priyayi, abangan, dan santri juga mendapat kritik dari ilmuwan Muslim sekarang, dengan mendekontruk paradigma yang dipakai Geertz, menampilkan peran aktif dan signifikan Islam.

Konsep Posmo pertama kali muncul di lingkungan gerakan arsitektur. Arsitektur modern berorientasi pada fungsi struktur; sedangkan arsitektur posmo berupaya menampilkan makna simbolik dari konstruksi dan ruang. Sepeti dikemukakan oleh Prof. Dr. H. Noeng Muhadjir dalam bukunya Metode Penelitian Kualitatif (2000:236) bahwa benang merah pola fikir modern antara lain: yang rasionalistik, yang fungsionalis, yang interpretif, dan yang teori kritis: yaitu dominannya rasionalitas. Dalam komparasi dapat dijumpai: yang positivist membuat generalisasi dari frekuensi dan variansi, yang interpretif membuat kesimpulan generative dari esensi; yang positivist menguji kebenaran dengan uji validitas, yang interpretif menguji thuthworiness lewat triangulasi. Tradisi ilmu sampai teori kritis masih “mengejar” grand theory. Logika yang dikembangkan dalam berilmu pengetahuan masih dalam kerangka mencari kebenaran, membuktikan kebenaran, dan mengkonfirmasikan kebenaran.

Sejumlah ahli mendeskripsikan posmo sebagai menolak rasionalitas yang digunakan oleh fungsionalis, rasionalis, interpretif, dan teori kritis. Namun Muhadjir (2000:237) berpendapat bahwa Posmo bukan menolak rasionalitas tetapi tidak membatasi rasionalitas pada yang linier, tidak membatasi pada yang standar termasuk yang divergen, horizontal, dan heterarkhik tetapi lebih menekankan pada pencarian rasionalitas aktif kreatif. Bukan mencari dan membuktikan kebenaran, melainkan mencari makna perspektif dan problematis; logikan yang digunakan adalah logika unstandard menurut Borghert (1996), logika discovery menurut Muhadjir (1982), atau logika inquiry menurut Conrad (1993).

Rasionalitas modernist yang ”mengejar” grandtheory dan jabarannya, ditolak oleh posmo.

Posmo menggantinya dengan perbedaan (differences), pertentangan (opposites), paradoks, dan penuh misteri (enigma). Dalam pola pikir era modern, kontradiksi intern merupakan indikator lemahnya suatu konsep atau teori. Dalam era posmo kontradiksi baik intern maupun ekstern menjadi suatu pola fikir yang dapat diterima. Untuk mengembangkan pola fikir spesifik posmo adalah Postpositivistik Phenomenologik-Interpretif Logik dan Etik, misalnya berupa model Interpretif Geertz, Grounded Research, Ethnographik-Etnometodologik, Paradigma Naturalistik, Interaksionisme Simbolik dan Model Kontruktivist.
Tata fikir spesifik posmo adalah: kontradiksi, kontroversi, paradoks, dan dilematis. Posmo lebih melihat realitas sebagai problematis, sebagai yang selalu perlu di-inquired, yang selalu perlu di-discovered, sebagai yang kontroversial. Bukannya harus tampil ragu, melainkan harus memaknai dan selanjutnya in action. In action-nya kemana? Ber-action sesuai dengan indikator jalan benar. Yang benar absolut dimana? Bagi sekuler: benar absolut adalah benar universal, benar berdasarkan keteraturan semesta. Keteraturan semesta sampai millenium ketiga pun masih banyak yang belum terungkap.

Baru saja teramati bagaimana suatu galaksi terbentuk, baru saja teridentifikasi DNA sebagai intinya gen yang diturunkan, dengan diketemukannya struktur setiap sesuatu dapat dikembangkan tiruan berupa polimer, dan banyak lagi. Bagi yang religius, benar absolut hanya diketahui Allah. Manusia berupaya mengungkap dan memanfaatkan keteraturan semesta untuk kemaslahatan manusia. Posmo dengan logika dan rasionalitas berupaya untuk in action berkelanjutan. Segala yang problematis, yang beragam, yang kontradiksi perlu dipecahkan secara cerdas untuk menemukan jalan menuju kebenaran. Ilmiah, bagi era modern akan bergerak dari tesis atau ke tesis lain, dan dari teori satu ke teori lain.

Ilmiah, bagi era posmo dengan logic of discovery dan logic of inquiry bergerak dari innnovation dan invention satu ke innovation dan invention lain.

kebenaran semesta dapat dipilahkan menjadi dua, yaitu kebenaran keteraturan substantif dan kebenaran keteraturan esensial. Invensi berbagai keteraturan esensial dapat dikreasikan oleh manusia berbagai rekayasa teknologi. Hasilnya dapat luar biasa dan tak terduga, sebagaimana temuan di bidang komputer, temuan DNA, polimer dan lain-lain. Karena itu, inovasi hasil rekayasa teknologi memang tak tergambarkan sebelumnya, dan substansu kebenarannya pun memang belum ada. Meskipun demikian bertolak dari invensi-invensi esensial, imajinasi manusia dapat memprediksikan inovasi masa depan, seperti cerita ilmiah imajinatif pistol laser dari Prins Barin di planet Mars, pesawat ruang angkasa dari Flash Gordon, pembiakan lewat sel, ternyata terbukti dapat direalisasikan. Berbeda dengan rekayasa sosial. Banyak futurolog menampilkan struktur masyarakat atau dinamika masyarakat masa depan, seperti Toffler, Daniel Bell, Naisbitt, atau lainnya. Meskipun menggunakan indikator tertentu, tetap saja akan lebih banyak salahnya daripada benarnya.

Dari penjelasan di atas, dapat dijelaskan bahwa ilmu menjadi empat yaitu: pertama, temuan basic and advanced research yang umumnya lewat eksperimen laboratori (seperti listrik, sinar gamma, struktur polimer, DNA); kedua, temuan fikir cerdas manusia, umumnya secara deduktif (seperti temuan angka arab, angka 0, sistem desimal, huruf latin, logika); ketiga, temuan rekayasa teknologi, temuan technological and advanced research, yang umumnya lewat eksperimen laboratori (seperti temuan televisi, komputer, satelit, polimer buatan, operasi jantung); dan keempat, temuan rekayasa sosial (seperti sistem kasta, monarkhi, teori konflik, teori fungsionalisme, teori posmo).

Apakah posmo hanya menyangkut rekayasa sosial? Tidak. Dengan mengkonstruksi paradigma genetik jantan-betina, menjadi paradigma lain, ditemukan DNA.

Dengan mendekonstruk sistem desimal menjadi sistem digital berkembang software ilmu komputer. Dekonstruksi paradigma sosial, berkembang berbagai teori para futurolog. Dekonstruksi sosial paling banyak, tetapi nampaknya juga yang paling banyak membuat kesalahan prediksi. Makna poststruktural, postparadigmatik akan menjadi semakin menonjol dalam peran berfikir postmodern. Pada era modern, baik positivist maupun postpositivist, para ahli terpusat pada upaya membangun kebenaran dengan mencari tata hubungan rasional-logis, baik secara linier pada positivist, maupun secara kreatif (divergen, lateral, holographik, dan lain-lain) pada postpositivistik. Pada era Postmodern para ahli tidak mencari hubungan rasional-integratif, melainkan menemukan secara kreatif kekuatan momental dari berbagai sesuatu yang saling independen dan dapat dimanfaatkan.

Akhir era postposivist menampilkan pemikiran sistematik, sedang awal berfikir postmodern perlu mulai mengembangkan pemikiran sinergik. Berfikir sistemik sekaligus sinergik dapat dilakukan dalam paradigma postmodern.

Show me the panda

Tim SAD dan Malaysia Kecewakan Masyarakat Aceh

Ditunggu-tunggu dan dinanti-nanti, akhirnya batal tampil. Itulah yang terjadi pada pertandingan segitiga yang rencanyanya akan mempertemukan Timnas Aceh melawan Timnas U-19 atau yang leih dikenal dengan Tim SAD serta tim asala malaysia.

Pasalnya, dikutip dari aceh.tribun.com, Tim SAD dan tim dari Malaysia batal memenuhi undangan melawan skuadra Aceh. Sebagai ganti lawan tanding ‘Timnas Aceh’, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh mengundang juara Kejurnas PPLP Se-Indonesia tahun ini, Diklat Salatiga, Jawa Tengah.                   

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dispora Aceh, Nuzuli MS kepada Serambi di Jakarta, kemarin. “Dari konfirmasi terakhir kita dengan mereka kemarin, skuadra Salatiga siap menghadapi ‘Timnas Aceh’. Mereka berjanji membawa pemain terbaiknya ke Aceh. Kemungkinan mereka datang dengan 23 pemain,” kata Nuzuli.

Sebagaimana diketahui, keinginan Muarif dkk untuk berlaga di pertandingan segitiga itu, semata-mata memberi kesempatan bagi masyarakat Aceh guna menyaksikan langsung skill anak-anak Aceh yang berguru selama tiga tahun di Paraguay. Terlebih, ke-18 pemain ini sudah merasakan atmosfer kompetisi di Liga Paraguay. Mereka tercatat main di klub Fernando De La Mora, Cerro Portane, 12 Octubre, 1 de Marzo dan Atlantida.

Duel yang paling dinantikan publik tentunya pertarungan ‘Timnas Aceh’ versus Tim SAD. Pasalnya, kedua tim seumuran itu sama-sama menuntut ilmu selama tiga tahun di Amerika Latin. Jika kubu Aceh memilih kamp di Paraguay, maka Tim SAD berguru di Uruguay. Tak pelak, batalnya tarung ‘Timnas Aceh’ kontra Tim SAD ini mengakibatkan publik Aceh gagal menyaksikan adu hebat antara kultur sepakbola Paraguay melawan Uruguay.
Setelah kecewa atas kekalahan Timnas Senior Indonesia di laga kualifikasi Piala Dunia melawan Qatar, kali ini masyarakat pecinta sepakbola di Aceh kembali dikecewakan oleh batal tampilnya tim SAD. Bagaimana permainan mereka sangat ingin disaksikan oleh Masyarakat Aceh yang selama ini selalu membicarakannya, mengelu-elukannya. Alhasil, SAD Mengecewakan kami.

Benny Dolo Kecam Sikap Wim

 "Kampungan sekali kalau sampai menyalahkan pemain," ujar Bendol.

VIVAnews - Benny Dolo merupakan salah satu mantan pelatih timnas Indonesia yang berkarakter keras. Namun pelatih yang akrab disapa Bendol ikut gerah dengan sikap pelatih timnas saat ini, Wim Rijsbergen menanggapi kekalahan timnya dari Bahrain pada babak ketiga Pra Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia.

"Saat pegang timnas, saya juga pernah marah-marah kepada pemain. Tapi saya langsung mendinginkan suasana dan tidak pernah menyalahkan pemain. Saya selalu ambil tanggungjawab atas permainan mereka. Dan semua pemain tahu itu," kata Benny saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 9 September 2011.

"Saya tidak pernah berkomentar bahwa ini bukan pemain saya. Atau M Ridwan, kaki kirinya tidak bagus. Harusnya sebagai pelatih, dia (Wim Rijsbergen) lah yang tahu hal ini. Ini dia seakan lepas tangan terhadap para pemainnya. Wajar bila Firman (Utina) melontarkan hal itu lewat twitternya," lanjut Bendol.

Suasana Timnas Senior pasca kekalahan 0-2 lawan Bahrain, Selasa, 6 September lalu dikabarkan sedang tidak kondusif. Sebagian besar pemain tim Merah Putih kecewa dengan sikap Wim di ruang ganti dan pernyataan pelatih asal Belanda tersebut dalam jumpa pers usai pertandingan.
"Semua juga tahu saat latihan saya sangat keras kepada pemain. Saya tidak segan-segan memarahi mereka dengan kata-kata kasar. Tapi saya tidak pernah menyalahkan mereka dalam sebuah pertandingan. Kampungan sekali kalau sampai menyalahkan pemain. Harusnya Wim sadar akan hal itu," kata Bendol.

Lebih jauh, Bendol juga mengritik strategi yang diterapkan Wim. Menurutnya, sistem bermain yang diterapkan mantan pemain Belanda itu tidak tepat.

"Salah satunya adalah pergantian Firman dengan Hariono (saat Indonesia vs Bahrain). Ini apa coba? Indonesia sudah ketinggalan, dia malah menurunkan gelandang bertahan. Sangat tidak menguntungkan," tegasnya.

Bendol merupakan pelatih yang juga pernah menukangi timnas Indonesia. Terakhir kali, Bendol menangani persiapan timnas menghadapi Pra Piala Asia 2011. Bendol dikenal sebagai pelatih yang berwatak keras. Saat latihan, Bendol tak jarang 'memaki' para pemainnya. (eh)

Sumber : VIVAnews

Rijsbergen Tak Layak Latih Tim Merah Putih

Riedl menyayangkan ucapan kasar Rijsbergen kepada para pemain Timnas.


VIVAnews - Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl tak punya perasaan buruk kepada Wim Rijsbergen yang menggantikan posisinya setelah dipecat secara sepihak oleh PSSI.

Riedl masih menjunjung tinggi nilai sportivitas dan bersimpati kepada suksesornya itu. Tapi kini, itu tak berlaku lagi. Mengapa Riedl?

"Saat Rijsbergen ditunjuk jadi pelatih Timnas, saya masih netral. Tapi, saya melihat dari mata yang berbeda dan mendengar dari saksi mata bahwa pelatih telah mencerca pemain secara kasar saat turun minum melawan Bahrain," kata Riedl dalam e-mail kepada VIVAnews.
"Ia bilang 'f**k you all (kalian semua brengsek). If you don't play better second half i kick all of you out (Jika kalian tak bermain lebih bagus di babak 2, saya akan mendepak kalian semua)," ucap Riedl menirukan perkataan Rijsbergen. "Itu tak bisa dipercaya, tapi saya yakini ia telah berkata seperti itu."

Pria 61 tahun ini menyayangkan perkataan Rijsbergen. Sejak saat itulah, Riedl menganggap pelatih asal Belanda itu tak pantas menangani Tim Merah Putih.

"Ia sangat marah kepada para pemain, bukannya memberikan semangat saat tim baru tertinggal 0-1. Di Eropa, Anda bisa langsung dipecat jika melakukan itu! Atau para pemain akan membalas dengan lebih keras!" ujar Riedl.

"Sejak saat itu, saya tak simpati lagi dan melawan Rijsbergen. Ia tak layak melatih tim nasional Indonesia!"

Riedl mengakui tak bisa memenangi Piala AFF 2010 setelah ditaklukkan Malaysia lewat dua leg. Tapi, setidaknya ia mengaku bangga melatih Indonesia.

"Kami bisa mengubah pandangan suporter kepada tim ini. Kami memberikan rasa disiplin (ini juga menjadi problem di tim sekarang! Boaz Salossa, Ian Kabes, Kurnia Meiga!!), komitmen kepada negara serta keinginan kuat yang serasa lahir kembali. Dan ini menghadirkan antusiasme baru bagi suporter Indonesia," tutur Riedl.

Sumber : VIVAnews