Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Lomba Blog Internet Sehat BEM PNL

Terhitung sejak 27 Januari 2012 BEM PNL membuka secara resmi kontes blog yang diberi tema Internet Sehat. Event yang digelar khusus bagi para peserta seminar “Go Technology With Blogging” yang diselenggarakan pada 26 Januari 2012 ini akan berakhir pada 20 Februari 2012 dan pemenang akan diumumkan pada tanggal 20 februari 2012.
Event ini diselenggarakan dalam rangka mensosialisasikan dan mengajak semua masyarakat aceh khususnya dan masyarakat indonesia pada umunya untuk dapat menggunakan layanan internet secara SEHAT.

Sambil menikmati kebingungan dari lomba blog internet sehat ini seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya Bingung Dengan Lomba Blog BEM PNL, saya pun mencoba mengikuti point-point yang tertera dalam syarat artikel/blog post yang diikut sertakan. Jadi untuk langkah pertama adalah menulis artikel tentang Internet Sehat.

Pak SBY Bilang,"Polisi Jangan Mudah Gunakan Peluru"

KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat Kepolisian RI menjalankan tugasnya secara profesional dan menggunakan taktik yang tepat dalam menangani gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan demikian, tak ada korban di pihak sipil.
"Jauhkan peluru. Jangan mudah menggunakan peluru. Yakinkan itu, mulai dari Kapolri hingga prajurit yang paling depan," kata Presiden ketika membuka Rapat Pimpinan Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Presiden meminta jenderal polisi tak segan-segan memerika laras yang digunakan anggota Polri, sebagaimana yang dilakukan jenderal TNI yang memeriksa senjata prajuritnya.
Presiden mengingatkan, "Meski mereka melakukan kerusuhan, mereka adalah rakyat kita. Cegah jatuhnya korban jiwa."
Sebelumnya, Indonesia Police Watch mencatat, sepanjang tahun 2011, sebanyak 16 orang tewas dan 69 lainnya terluka akibat sikap mudah menembak (trigger happy) polisi di Indonesia.
Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebutkan dua kategori, yakni aksi main tembak dan aksi salah tembak. Dikatakan, aksi main tembak terjadi di sekitar wilayah tambang dan kawasan perkebunan, tepatnya saat warga sedang memperjuangkan hak-haknya dalam sengketa dengan pengusaha tambang atau perkebunan.
Aksi salah tembak terjadi saat polisi sedang mengejar pelaku kriminal. Akibat tidak profesionalnya polisi, warga yang tidak bersalah menjadi korban.

Wow...Cannavaro dan Pires Mau ke Indonesia....

Fabio cannavaro yang selalu menjadi bek andalan dibeberapa klub yang pernah dibelanya dan negara italia serta Robert Pires yang pernah menjadi salah satu pilar inti Arsenal dan perancis akan hadir di bumi Indonesia. Hmmm... semakin tenar saja dunia sepak bola indonesia sampai beberapa bintang dunia berdatangan setelah sebelumnya David Beckham cs bertamu menjamu timnas selection. Kali ini 2 bintang yang namanya selalu diperhitungkan di sepak bola internasional ini akan ikut serta dalam pertandingan yang bertajuk 'Showbol' pada tanggal 24-25 Februari 2012 di Istora Senayan, Jakarta. Selain kedua pemain bintang tersebut, akan hadir pula mantan pemain timnas Brazil, Denilson dan Ambassador Showbol, Djalminha.

Laga tersebut diprakarsai oleh MorStar Indonesia. Event pada tahun 2012 ini akan memberikan suatu pengalaman yang luar biasa, dengan format indoor yang terinspirasi dari pertandingan Indoor Football yang sangat terkenal di wilayah Amerika Latin. Dalam pertandingan ini akan dibagi dua tim yaitu Samba and friends dan Eropa friends.

Selain pertandingan, acara yang akan disiarkan salah satu stasiun televisi swasta ini akan mengadakan coach clinic yang akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno Senayan serta games-games menarik lainnya.
 
Gelaran ini juga menambah semangat pra Euro 2012 yang akan digelar juni nanti. RCTI sebagai broadcasting partner dari euro 2012 juga akan menampilkan pertandingan sepak bola indoor ini secara langsung. So, bagi pecinta sepak bola, khususnya yang doyan main futsal, jangan sampai terlewatkan. Salam Olah Raga..he,,he... :)

Kembalikan Polisi Kepada Masyarakat Dengan Jiwa Kemanusiaan dan Tingkat Sensitifitas Keadilan Yang Tinggi

Sudah Seharusnya anggota kepolisian berpihak kepada masyarakat apalagi Kepolisian Republik Indonesia yang telah mengkirarkan "Polisi Mitra Masyarakat" di hampir semua kantor kepolisian di seluruh Indonesia. Akan tetapi beberapa kejadian yang terjadi dari dulu sampai sekarang malah menggambarkan sebaliknya. Kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan yang seharusnya memberikan rasa aman dan berpihak kepada masyarakat malah berbalik memberikan teror kepada masyarakat dan berpihak kepada kaum konglomerat.
Apa yang sebenarnya terjadi di Kepolisian, apakah pendidikannya yang salah ? atau perintah atasan yang harus diikuti ? atau memang murni arogansi dari personil dilapangan yang secara berjamaah melakukan kekerasaan kepada masyarakat.
Sepertinya tidak perlu mencari kesalahan atas apa yang terjadi, hanya saja segala kesalahan tersebut tetap harus dipertanggungjawabkan dengan memberikan hukuman kepada yang melakukannya. Selanjutnya, meminta maaf kepada masyarakat atas semua yang telah terjadi dan memperbaiki semuanya dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Kembalikan Kepolisian kepada hakekatnya seorang penegak hukum yang memberikan keamanan, kenyamanan dan perlindungan bagi masyarakat. Kembalikan polisi pada implementasi teoritis yang selama ini diikrarkan dalam konfrensi media. Tunjukan bahka apa yang dikatakan sesuai dengan apa yang dilakukan.

Berikut ini beberapa video dari Youtube yang sempat membuat masyarakat bangga kepada Kepolisian Republik Indonesia.



Arogansi Kepolisian : Hak Azasi dan Keadilan Tak Ada Di Seragam Kepolisian

Lagi-lagi kepolisian kita menunjukkan sikap arogannya kepada masyarakat. Kali ini masyarakat bima yang jadi sasaran. Massa yang sebagian besar adalah mahasiswa yang melakukan aksi demo dan memblokade pelabuhan harus dihadapkan dengan Pasukan Pengendali tanpa Rasa Manusiawi (PPRM) dari kepolisian dan beberapa diantaranya menemui ajal akibat terjangan timah panas dari laras senjata Anggota Kepolisian Republik Indonesia.
Polisi yang seharusnya memberikan rasa aman, saat ini malah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Polisi yang seharusnya menjadi kerabat masyarakat seperti slogan yang selama ini tertera disudut-sudut kantor kepolisian yang bertuliskan "Polisi Mitra Masyarakat" malah menjadi sebuah kesatuan yang seakan menjadi teror mengerikan bagi masyarakat.
Apakah kurang jelas tragedi masa lalu akibat dari kekejaman militer untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak kepolisian dalam bertindak ? Mari sedikit kita ingat lagi, sebuah sejarah besar di Aceh, salah satu pemicu mencuatnya pemberontakan adalah kekejaman dari pihak militer. Apakah ini yang diinginkan? adanya pemberontakan di daerah-daerah lain?
Kesombangan dan keangkuhan kepolisian sudah sangat meresahkan masyarakat bahkan masyarakat sudah bosan dengan itu. Aksi kekerasan aparat kepolisian ini pun mendapat kecaman dari berbagai pihak. Seperti yang disampaikan Presidium GMNI Imam Munandar Batubara (dikutip dari Kompas.com), mengutuk tindakan kekerasan itu. Kepolisian telah kehilangan orientasi dalam menangani aksi-aksi massa. Pemerintah terkesan tutup mata, dan cenderung melakukan konspirasi dengan pemilik modal.
"Sebuah realitas yang sangat memprihatinkan di era demokrasi. Pemerintahan SBY diakhir tahun 2011 meninggalkan terlalu banyak luka di hati rakyat Indonesia. Buka mata dan hatimu wahai Presiden SBY yang masih terhormat. Mau berapa banyak lagi rakyat yang mati secara sadis di depan mata,” tandas Imam.
Sebenarnya siapa yang menjadi prioritas perlindungan oleh pihak Kepolisian, masyarakat atau para konglomerat kaya ? beberapa aksi demo ataupun kasus-kasus yang melibatkan masyarakat menengah kebawah melawan para konglomerat atau pejabat hampir semuanya pihak kepolisian bertindak keras kepada masyarakat dengan membubarkan paksa bahkan tidak segan-segan melakukan kekerasan fisik, lebih parahnya lagi menembakkan senjatanya. Mengapa tidak pernah ada pemberitaak yang mengabarkan bahwa pihak kepolisian membantu masyarakat dalam suatu kasus dengan mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai dan merundingkan permasalahan tersebut atau malah akan lebih baik lagi jika terdengar berita, Pihak Kepolisian memberi Peringatan Tegas kepada para pengusaha yang mengakali masyarakat, yang mengesampingkan kesejahteraan masyarakat atau mengambil hak masyarakat.
Lucunya lagi, berita yang saya baca di detiknews.com, Briptu Ahmad Rusdi Harahap yang lebih sayang pada sendalnya dari pada anak-anak sehingga buntut dari apa yang dilakukannya memicu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membuka posko sendal untuk mengumpulkan sumbangan sendal jepit yang nantinya akan disumbangkan ke Kapolri. Kejadian ini juga menggambarkan bahwa kepolisian tidak memandang umur dan tidak punya belas kasihan walalupun itu anak-anak. (silahkan baca beritanya disini).
Halo.... Pak,,, coba dianalisa kembali, apabila kepolisian terus-terusan dengan arogansi dan kekerasan seperti ini berapa banyak pemberontakan yang akan terjadi, berapa banyak tempat yang akan menjadi arena perang dan berapa banyak nyawa lagi yang bakalan hilang melayang, kita bawa ke aspek prioritas perjabat, keuntungan financial, berpa banyak kerugian negara yang akan timbul...???!!!!
Berikut ini ada beberapa daftar video kekerasan yang dilakukan oleh anggota Kepolisian di beberapa tempat berbeda yang saya ambil dari youtube.

 



Noorman Dipecat, Tidak Ada Lagi Polisi Yang Jadi Idola Masyarat

Paska pemecatan Noorman Kamaru dari kesatuan Brimob, maka kondisi Kepolisian kembali seperti dulu lagi. Tidak ada lagi polisi yang menjadi idola masyarakat. Satu-satunya polisi yang punya fans nyata dari masyarakat adalah Noorman Kamaru yang dengan lagu indianya bisa menggugah hati masyarakat dan dengan waktu singkat merubah image kepolisian dimata masyarakat.

Pemecatan Noorman pun menjadi pemberitaan diberbagai media Nasional maupun Internasional. Sebegitu tenarnya seorang noorman kamaru. Noorman terkenal karena lagu indianya yang kebanyakan masyarakat indonesia juga suka.
Tapi yang sangat disayangkan adalah beberapa pernyataan miris untuknya. Salah satunya adalah pernyataan dari Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna yang secara tidak langsung dan mungkin beliau tidak sadar bahwa pernyataan beliau tersebut menggambarkan bahwa beliau punya sifat materialistis. Berikut pernyataan dari Pak Nanan :
1. "Harusnya dia bayar ganti rugi, itu antara lain. Tapi kan ini tidak ada ketentuannya," (inilah.com)
2. "Misalkan wah saya belum setahun udah keluar, dihitung, saya harus bayar Rp30 juta, wah saya dapat Rp5 miliar, ya harusnya bayar saja. Tapi apa itu tujuannya? kan bukan itu yang dicari. Nanti jadinya kaya jual beli dong" (inilah.com)
3. "Ya gimana mungkin dia tidak tergiur, misalkan gajinya Rp 1 juta. Lalu diiming-imingi Rp 5 miliar. Klepek-klepek dong" (detiknews.com)

Jika begitu pernyataannya, "harusnya dia bayar ganti rugi", ini pernyataan yang keluar dari segi institusional. Lalu bagaimana yang dari segi personilnya, bagi anggota plisi yang lain, bahkan yang telah berkorban banyak, ada ganti ruginya, yang telah bekerja bertahun-tahun, ada ganti ruginya, apalagi Brimob yang sebagian besar dibeberapa daerah harus bertaruh nyawa dalam konflik dan perang. Menurut saya tidak ada, kalau pun ada, hitungannya tidak detail dan sebesar perhitungan pak Nanan kepada Noorman. Buktinya, masih banyak pungli, Razia-razia yang masih bisa sogok menyogok, beberapa anggota kepolisian yang korupsi. Itu semua kan karena memang penghasilan mereka tidak mencukupi untuk kehidupannya dan keluarganya.

Mengapa beliau mengeluarkan pernyataan seperti itu yang menggambarkan bahwa kepolisian tidak ikhlas mendidik anak bangsa. Ini lagi pernyataan yang melambangkan kesombongan "Padahal ya kalau diingat Norman itu kan bisa maju ya kalau dibilang gara-gara saya nggak enak juga. Tetapi itu memang saya yang lempar-lempar. Dibuka saja, Norman itu bagus sampai waktu itu saya juga bilang, Norman kamu ingat, kamu itu siapa, buka baret kamu, buka baju kamu, kamu itu tidak ada apa-apanya. Nah, gara-gara polisi kamu tenar. " Waduh..waduh.. !!

Saya bantu Noorman dikit lah,,."Pak Noorman terkenal di youtube karena lagu dan gayanya, dan seragam kepolisian yang membuatnya lebih unik yang menggambarkan bahwa polisi juga punya seni dan punya hati, polisi juga suka hal-hal yang disuka masyarakat, polisi juga punya selera humor yang tinggi dan inspirasi yang kreatif, tidak selalu dalam keadaan tegang, tegas dan terlalu berwibawa. Pak ingat juga, Gara-gara noorman Polisi juga mendapatkan ketenaran positif dengan titel polisi juga sangat bermasyarakat".

Walaupun hanya sesaat saja, tapi tetap Noorman Kamaru telah mengharumkan nama Kepolisian. Bravo Noorman.

Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat 2011 Kota Banda Aceh.

"Mereka Tidak Berbeda, Mereka Istimewa", Itulah ungkapan yang disampaikan oleh Kartika Handayani, S.Sos, Salah seorang Staff Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari Kementerian Sosial yang ditugaskan di Banda Aceh mengenai pendapatnya tentang penyandang cacat.
Peringatan Internasioanl Penyandang Cacat (HIPENCA) 2011 merupakan hasil kerja sama dari beberapa unsur, mulai dari pemerintahan,  LSM, Komunitas Pemuda, NGO sampai Mahasiswa dan relawan. Acara yang berlangsung di Taman Putoe Phang Banda Aceh pada hari Sabtu 3/12 ini mengikutsertakan lebih dari 50 orang anak penyandang cacat dari seluruh wilayah kota Banda Aceh dan sekitarnya.
Sebagai pembuka acara, seluruh partisipan yang hadir termasuk anak-anak penyandang cacat melakukan longmars dimulai dari Taman Putroe Phang Ke arah Mall Barata dan melewati Balai Kota Banda Aceh.  Para Peserta mengusung Spanduk yang menyerukan keadilan bagi semua demi dunia yang lebih baik, termasuk hak bagi penyandang cacat. Selain itu, panitia penyelenggara dibantu oleh beberapa orang mahasiswa yang menjadi sukarelawan dalam acara ini juga membagikan selebaran yang berisi seruan tegas terhadap keadilan hak bagi penyandang cacat. Berikut ini isi dari pernyataan tegas yang tercantum dalam selebaran tersebut :
1. Pemerintah Republik Indonesia khususnya Pemerintah Provinsi Aceh Wajib Menghormati, Melindungi dan Memenuhi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, Baik Hak Ekonomi, Sosial Dan Budayanya Maupun Hak Sipil dan Politiknya.
2. Hentikan Segala Bentuk Diskriminasi dan Kekerasan Terhadap Penyandang Disabilitas Baik Yang Terjadi Dilingkungan Keluarga Maupun Dilingkungan Sosialnya.
Wujudkan Bersama Kehidupan Sosial Yang Inklusif Bagi Penyandang Cacat/Disabilitas Di Aceh.
Dalam event ini juga diadakan beberapa kegiatan baik yang bersifat lomba untuk anak seperti lomba melukis dan turnamen catur maupun acara-acara hiburan seperti penampilan tarian tradisional aceh dan hiburan musik yang turut menampilkan Sanggar Curahan Ekspresi (CUEK).








Indonesian Selection, Komposisi 2 Generasi Racikan Pelatih Lokal

Rasanya sudah tidak perlu dibuktikan lagi kepiawaan seorang Rahmad Darmawan yang telah membuktikan diri sebagai salah satu pelatih terbaik Indonesia bahkan jelas lebih unggul di banding Wim Rijsbergen yang terakhir melatih Timnas Senior. hal ini dibuktikan dari penampilan gemilang Timnas U-23 di ajang Sea Game 2011 beberapa waktu lalu dengan meraih posisi runner up, bahkan Rahmad Darmawan mendapatkan pujian mulai dari masyarakat pecinta sepak bola sampai para pengamat dan pelatih sepak bola lainnya. Berbeda Halnya dengan Wim yang terakhir dengan jelas tidak berhasil memberikan prestasi apapun setelah Timnas Indonesia yang pada awalnya di racik oleh seorang Alfred Riedle terdepak dari pertarungan kualifikasi Piala Dunia 2014 dengan catatan tidak pernah menang. Dan terakhir pelatih berdarah Belanda ini mendapat kritikan dan kecaman keras dari peracik timnas yang dibawanya, Alfred Riedle, serta salah satu pelatih terkemuka diindonesia Benny Dollo juga mengecam sikap Wim yang menyalahkan pemain menyangkut hasil pertandingan.
Balik lagi ke Rahmad Darmawan. Kali ini RD kembali meracik sebuah tim untuk menghadapi salah satu tim kaliber dunia, LA Galaxy yang didalamnya dihuni beberapa pemain top dunia seperti, David Beckham, Landon Donovan dan Robbie Keane.
Dan kali ini rahmad darmawan memiliki opsi yang lebih banyak dibanding sebelumnya yang harus melakukan seleksi terhadap pemain dengan usia 23 tahun kebawah. 21 pemain yang terjaring dalam skuad racikan RD kali ini terdiri dari pemain yang menghuni tim U-23 dan Timnas Senior, dimana bomber maut Patrich Wanggai dan Titus Bonai tetap menjadi pilihan.
Menurut pengamatan saat ini, Tim yang dipersiapkan ini adalah hasil gabungan pemain-pemain terbaik dari dua generasi sepak bola Indonesia.
Berikut daftar pemain yang akan bermain untuk Tim Indonesian Selection  :
Timnas U-23: Kurnia Meiga, Andritany Ardiansyah, Diego Michiels, Abdul Rahman, Hasyim Kipuw, Mahadirga Lasut, Egi Melgiansyah, Oktovianus Maniani, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai, Titus Bonai.
Timnas senior: Firman Utina, Ahmad Bustomi, M. Ridwan, Cristian Gonzales, Boaz Solossa, Hamka Hamzah, Bambang Pamungkas, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Zulkifli Syukur.

Beckham Belum kehilangan Kharismanya

Menyongsong bergulirnya pertandingan persahabatan yang mempertemukan Tim Indonesia Selection melawan juara Liga Amerika, LA Galaxy di Gelora Bung Karno 30/11 nanti, terdapat satu sosok yang saat ini masih belum kehilangan kharismanya, selain faktor wajah tampan yang membuat para wanita menjerit histeris, David Beckham juga masih piawai di lapangan dengan ikut berperan besar membawa LA Galaxy menjuarai MLS.
Kehadiran Tim LA Galaxy di Bandara Soekarno-Hatta, 28/11 membuat para pengunjung yang sebagian besar menanti kedatangan Beckham heboh dan menjerit histeris, apalagi orang pertama yang keuar dari Gate 2-D adalah sang idola tersebut.
Tim kaliber dari Amerika yang dihuni beberapa pemain top dunia lainnya seperti Landon Donovan dan Robbie Keane ini akan dijamu oleh Tim Indonesia Selection yang diracik oleh Coach Rahmad Darmawan yang turut memasukkan sebanyak 11 orang Timnas U-23 yang berlaga di Ajang Sea Game.
Untuk melengkapi komposisi tim, Rahmad Darmawan juga menyisipkan beberapa pemain senior seperti Boaz Salosa, Bambang Pamungkas dan Cristian "El-Loco" Gonzalez.

Manchester City, Tetap hebat dan BelumTerkalahkan


Walaupun harus menghadapi lawan berat melawan tim sekelas Liverpool, senin 28/11 kemarin, The Cityzen tetap dapat mempertahankan rekor tak terkalahkannya. Hasil imbang 1-1 tetap mengukuhkan tim besutan Roberto Mancini ini di puncak klasemen dan tetap menjaga jarak dari rival sekotanya Manchester United yang tertinggal 5 point.
City yang hanya bermain dengan 10 orang pada menit ke 83 dan mendapat tekanan mental dari supporter tuan rumah tetap berusaha tenang dan bermain bagus sepanjang pertandingan. Beberapa pemain menunjukkan kegemilangannya diposisinya masing-masing terutama di posisi penjaga gawang yang dihuni Joe Hart.
Jika eksistensi mereka terus terjaga seperti ini, maka gelar juara liga inggris akan menjadi hal termanis bagi seluruh pemain, fans dan manajemen yang sudah lama mendambakannya.
Chayo.... Maju terus Manchester City.

Perusahan Label Musik Bakalan Bangkrut

Setelah sebelumnya kita berbicara masih seputar kegiatan blogging dengan memaparkan tentang situs alexa dan juga jauh sebelum itu juga telah dipaparkan tentang google adsense juga, sekarang kita beralih ke dunia musik . Masih seputar technology juga, kali ini kita liat berita terkini tentang Ring Back Tone atau Nada Sambung Pribadi yang bekerja sama dengan beberapa operator telpon selular.
Kabar terakhir yang saya temukan mengungkapkan memang luar biasa apa yang dilakukan pemerintah terhadap dunia musik Indonesia. Terkait dengan surat edaran Menteri Komunikasi dan Informatika tentang pelarangan sms premium dan broadcasting, banyak perusahaan label dalam waktu dekat akan tutup buku.
Ring Back Tone (RBT) atau Nada Sambung Pribadi (NSP) yang belakangan ini mendominasi lebih kurang 90% pendapatan perusahan-perusahaan label di Indonesia telah menjadi bisnis utama bagi perusahaan-perusahaan label tersebut.
Ketua Asosiasi Perusahaan Rekaman Seluruh Indonesia (ASIRI), Jusak Irwan Sutiono mengungkapkan bahwa semenjak adanya surat edaran pemerintah yang diterbitkan pada tanggal 18 oktober 2011 tersebut berdampak pada pendapatan perusahaan yang menurun drastis hingga 90%.
Sedikitnya sekitar 70 Perusahaan Rekaman yang tergabung dalam ASIRI sudah tidak mendapatkan support pendapatan lagi dari bisnis yang bekerjasama dengan perusahaan operator selular ini. Dan Jika dalam tiga bulan kedepan masih seperti ini, maka kemungkinan besar perusahaan-perusahaan tersebut akan bangkrut.

3,5 Tahun Latihan di Paraguay, Timnas Aceh bermain buruk

Bukan waktu yang singkat selama 3,5 tahun latihan yang dijalani oleh Timnas Aceh di Negara Paraguay. Alhasil, mereka mengecewakan ribuan penonton yang sudah sangat antusias ingin melihat hasil yang mereka pelajari di salah satu Negara yang sepak bolanya sudah diakui didunia.
Timnas Aceh yang diharapkan mempunyai skill dan teknik bermain lebih bagus dari tim-tim lainnya ini hanya mampu bermain imbang melawan tim juara PPLP Nasional dari Jawa Tengah dalam turnamen Segitiga Muda di stadion Lhong Raya Banda Aceh 20/11. Permainan mereka pun tidak menunjukkan bahwa mereka berlatih di negara dengan kultur sepak bola yang mendunia sekalas Paraguay. Bahkan hampir seluruh penonton yang memadati stadion menghujat mereka bahkan melempari mereka saat keluar dari lapangan.
Tim yang menghabiskan kurang lebih 27 Miliar dana APBA untuk dilatih di negara Paraguay ini bahkan sering kali membuat kesalahan dalam bermain, akurasi umpas yang buruk, sering membuang bola keluar lapangan dan sering menumpuk ditengah lapangan.
Tidak ada kelas teknik yang menunjukkan bahwa mereka pantas untuk disebut Timnas Aceh. Bahkan beberapa orang penonton berpendapat bahwa permainan mereka tidak beda seperti tim-tim lainnya yang hanya latihan di lapangan biasa.
Pantas saja para penonton melempari mereka, APBA sebesar 27 Miliar terbuang sia-sia. Uang masyarakat yang awalnya dengan penuh harapan dan kebanggaan diikhlaskan tanpa ada protes sedikitpun ini kemudian mengecewakan seluruh masyarakat Aceh.

Timnas Kalah, Supporter Tunjukkan Egonya

Tim Garuda Muda gagal mendulang emas setelah kalah lewat adu penalti dari Malaysia pada pertandingan Final Sepak bola Sea Game di Stadion Gelora Bung Karno Senin, 21/11. Pertandingan yang dalam waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1 ini akhirnya harus dituntaskan lewat adu penalti. Kerja keras Egi cs telah menunjukkan kerja keras dan semangat yang luar biasa dengan menciptakan beberapa peluang emas, namun keberuntungan belum berada dikubu para pemain masa depan indonesia ini.
Hal yang sangat disayangkan adalah sikap para suporter yang mencerminkan egoisme yang sangat tinggi. Mereka langsung meninggalkan stadion sesaat setelah pertandingan usai. Sangat bertolak belakang dari apa yang mereka perlihatkan saat Timnas memenangkan pertndingan-pertandingan sebelumnya. Seharusnya mereka mampu memperlihatkan sedikit respon positif kepada para pemain yang telah bekerja keras dilapangan dan tetap memberikan semangat dengan sedikit tepuk tangan sebagai tanda respect untuk mereka. Inilah penyakit masyarakat kita, Senang disaat senang tetapi tidak mau tau saat sedang dalam keterpurukan. Tidak mau tau dan tidak mau menghargai kerja keras orang lain jika hasilnya kurang memuaskan.
Come on man... Show Respect for them... Keep give some spirit.
Bravo Timnas Indonesia, Terimakasih atas perjuangan kalian. Tetap Semangat. Kerja keras kalian akan menghasilkan suatu kebanggaan yang bisa membungkam keegoisan supporter yang meninggalkan kalian saat kalah.
Peace, Love and Bif Respect from me.......!!!!

Raih Emas, Tuntaskan Polemik Sepak Bola Nasional, Buktikan...!!!!

Luar biasa ! Bravo ! Dengan semangat dan kerja keras, Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak final seagame tahun ini dan akan menghadapi Malaysia yang akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno pada hari Senin, 21 November 2011 Pukul 19.00 WIB.
Hasil yang luar biasa diberikan oleh garuda muda dengan torehan  kali menang dan 1 kalah serta dengan catatan memasukkan 13 Gol kegawang lawan dan hanya kemasukan 2 gol. Prestasi ini diraih dengan pengorbanan dan kerja keras luar biasa dari seluruh pemain yang dipimpin oleh Andik Vermansyah.
The Black Tridente, Okto Maniani, Patric Wangai dan Titus Bonai kembali memancarkan kilauan mutiara hitam yang dulu pernah berkilau dimasa Rockey Poetiray tetapi kemudian dipendam dalam lemari politik dan rasisme serta diskriminasi terhadap daerah-daerah yang berada jauh dari ibukota.
Tahun ini, merekalah yang akan membuktikan dan menunjukkan kepada Indonesia, bahwa tanpa warna Indonesia tidak gemerlap. Tahun ini sebuah keyakinan dengan kerja keras dan pengorbanan mereka, Timnas akan kembali mengulang sejarah yang terjadi 20 tahun silam, 1991 dimana Indonesia berhasil menjadi juara umum seagame dan mendapatkan emas di cabang olah raga paling bergengsi sedunia, Sepak Bola.

Kementrian Sosial Menyalurkan Bantuan 1,5 Juta untuk anak cacat di Banda Aceh

Dinas Sosial Provinsi Aceh hari ini dengan resmi menyalurkan bantuan sebesar Rp. 1.500.000,- kepada Anak Cacat dan Anak Berkebutuhan Khusus untuk Kota Banda Aceh. Bantuan disalurkan dalam bentung tabungan dan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Walikota Banda Aceh Ny. Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE.
Bantuan yang diberikan berjumlah Rp. 1.500.000,- di serahkan dalam bentuk tabungan atas nama anak penerima manfaat. Buku tabungan tersebut di keluarkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN), sebagai mitra dalam penyaluran bantuan pemerintah.
Program Kesejahteraan Sosial Anak Dengan Kecacatan (PKS-ADK) dari Kementrian Sosial RI di jalankan oleh Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan (FKKADK) Kota Banda Aceh dengan pengurusnya adalah Joko Suherman dan Riyani Diningsih yang sekaligus merupakan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan. Melalui Sakti Peksos yang di utus oleh Kementrian Sosial RI yaitu Febrina Adriyani dan Kartika Handayani, anak-anak penerima manfaat akan di dampingin untuk proses selanjutnya hingga berakhirnya bantuan.
"Fakta yang menunjukkan bahwa sebahagian besar anak dengan kecacatan berada dalam keluarga miskin. Susahnya memenuhi kebutuhan dasar keluarganya ditambah dengan kondisi anak yang membutuhkan perawatan khusus menjadi beban tersendiri bagi keluarga yang memiliki anak dengan kecacatan. Namun, dengan keikhlasan dan keinginan untuk maju anak dengan kecacatan dapat mampu untuk mandiri" Ungkap Hj. Illiza.
"Banyak anak dengan kecacatan yang mandiri, ada yang bisa menjahit, bermain music dan masih banyak lagi, sehingga para orangtua tidak perlu merasa malu ketika di karuniai anak yang sangat istimewa ini" lanjutnya. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Provinsi Aceh menjelaskan bahwa bantuan ini diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi bantuan dasar anak, seperti kebutuhan gizi dan kesehatan. "Dengan adanya bantuan program Kesejahteraan Sosial Anak dengan Kecacatan (PKS-ADK) dari Kementerian Sosial RI di harapkan anak-anak dengan kecacatan dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, terpenuhi gizinya dan membuka akses kesehatan yang sangat di butuhkan oleh anak-anak"
"Untuk selanjutnya, Kami akan terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk anak-anak dengan kecacatan" lanjut beliau.

Tim SAD dan Malaysia Kecewakan Masyarakat Aceh

Ditunggu-tunggu dan dinanti-nanti, akhirnya batal tampil. Itulah yang terjadi pada pertandingan segitiga yang rencanyanya akan mempertemukan Timnas Aceh melawan Timnas U-19 atau yang leih dikenal dengan Tim SAD serta tim asala malaysia.

Pasalnya, dikutip dari aceh.tribun.com, Tim SAD dan tim dari Malaysia batal memenuhi undangan melawan skuadra Aceh. Sebagai ganti lawan tanding ‘Timnas Aceh’, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh mengundang juara Kejurnas PPLP Se-Indonesia tahun ini, Diklat Salatiga, Jawa Tengah.                   

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dispora Aceh, Nuzuli MS kepada Serambi di Jakarta, kemarin. “Dari konfirmasi terakhir kita dengan mereka kemarin, skuadra Salatiga siap menghadapi ‘Timnas Aceh’. Mereka berjanji membawa pemain terbaiknya ke Aceh. Kemungkinan mereka datang dengan 23 pemain,” kata Nuzuli.

Sebagaimana diketahui, keinginan Muarif dkk untuk berlaga di pertandingan segitiga itu, semata-mata memberi kesempatan bagi masyarakat Aceh guna menyaksikan langsung skill anak-anak Aceh yang berguru selama tiga tahun di Paraguay. Terlebih, ke-18 pemain ini sudah merasakan atmosfer kompetisi di Liga Paraguay. Mereka tercatat main di klub Fernando De La Mora, Cerro Portane, 12 Octubre, 1 de Marzo dan Atlantida.

Duel yang paling dinantikan publik tentunya pertarungan ‘Timnas Aceh’ versus Tim SAD. Pasalnya, kedua tim seumuran itu sama-sama menuntut ilmu selama tiga tahun di Amerika Latin. Jika kubu Aceh memilih kamp di Paraguay, maka Tim SAD berguru di Uruguay. Tak pelak, batalnya tarung ‘Timnas Aceh’ kontra Tim SAD ini mengakibatkan publik Aceh gagal menyaksikan adu hebat antara kultur sepakbola Paraguay melawan Uruguay.
Setelah kecewa atas kekalahan Timnas Senior Indonesia di laga kualifikasi Piala Dunia melawan Qatar, kali ini masyarakat pecinta sepakbola di Aceh kembali dikecewakan oleh batal tampilnya tim SAD. Bagaimana permainan mereka sangat ingin disaksikan oleh Masyarakat Aceh yang selama ini selalu membicarakannya, mengelu-elukannya. Alhasil, SAD Mengecewakan kami.

waduh...1.750 orang sniper dikerahkan

Sebanyak 1.750 orang sniper berkeliaran di kawasan Nusa Dua Bali. eits... Tapi tunggu dulu... mereka bukan mau berperang melainkan bagian dari tim keamanan yang akan mengamankan berlangsungnya kegiatan Konferensi Tinggi Asean ke-19 di Nusa Dua Bali. So, mereka bukan mau berperang seperti di point blank atau sejenisnya,, he,,he,,,

Menurut Wakil Koordinator Komando Operasional Pengamanan KTT ke-19 ASEAN, Komjen (Pol) Nanan Soekarna, yang saya kutip dari aceh.tribun.com pihaknya selalu menyisir berulang setiap waktu, baik dengan menggunakan mobil patroli maupun berjalan kaki, agar memastikan semua jalur dan venue tempat kegiatan tak ada ancaman berbahaya.

Satu hal teknis yang bisa memperlihatkan keseriusan level tinggi adalah penyediaan 1.750 personel dengan kemampuan menembak khusus alias sniper. Para penembak jitu ini disebar di hampir semua titik di sepanjang jalan dari bandar udara internasional Ngurah Rai (jalan I Gusti Ngurah Rai) menuju kompleks Nusa Dua. Selain itu ada juga di kawasan Kuta dan Sanur, plus wilayah dalam rentang 5-10 kilometer di luar jangkauan terluar.

Tim sniper ini nantinya akan dilengkapi dengan senjata standar sniper ditambah 1 buah sepeda motor, tiap sepeda motor terdiri dari 2 orang personil.

"Kami akan makin intensifkan operasional sniper ini, terutama saat tamu-tamu VVIP (Very very Important Person) mulai berdatangan lusa. Jika terjadi sesuatu yang mencurigakan dan bisa membahayakan iring-iringan mobil tamu VVIP tersebut, mereka dipersilakan melakukan eksekusi, tentu dengan prosedur yang sudah dilakukan ke markas komando," kata Pak Nanan.

2 Staff dan 2 Volunteer Madya Insani Diwisuda.


2 Orang staff LSM Madya Insani, Sentika Dessi Wandani ( Bendahara Operasional ) dan Sundari Maulia Koordinator PAUD serta 2 Orang Volunteer Madya Insani, Jamaluddin dan Khairul Bahri Pasaribu telah menyelesaikan pendidikan Diploma 3 jurusan administrasi bisnis di Politeknik Trijaya Krama dan telah diwisuda pada hari Sabtu (10/9).
Acara yang berlangsung di Aula Hotel Garuda Plaza Jl. Sisingamangaraja ini diikuti oleh 65 orang wisudawan dan wisudawati, seluruh dosen Politeknik Try Jaya Krama, Orang Tua / Wali mahasiswa dan beberapa undangan lainnya. Turut hadir dalam upacara tersebut pimpinan yayasan Hajar Kasih yang merupakan induk dari Politeknik Tri Jaya Krama, Prof. Kasim Sio.
Dalam sambutannya, beliau berharap kepada para wisudawan dan wisudawati mampu mengimplementasikan ilmunya sesuai dengna tri darma perguruan tinggi. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa semua ilmu yang didapat tersebut bias berguna bagi semua orang, khususnya bagi keluarga. “Kita berharap anak-anak kita ini bisa mngimplementasikan apa yang telah mereka dapatkan dan bisa berguna bagi orang tua mereka, keluarga dan juga bagi bangsa dan Negara”
Direktur Eksekutif Madya Insani, Suhartini, S.Sos merasa sangat bangga hadir diupacara wisuda ini dan menyaksikan beberapa penerus bangsa ini disahkan sebagai ahli madya. yang lebih membanggakan lagi, salah seorang volunteer merupakan didikan PKBM Madya Insani yaitu Jamaluddin. Selain itu, salah seorang wisudawati bernama Indah melaksanankan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di KSU Madya Insani. “Kita sangat bangga pada mereka, ini salah satu dokumentasi nyata bahwa kita terus meninggkatkan dan selalu mendukung orang-orang terdekat kita dan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tidak hanya sebatas tamatan SMU saja” ujar wanita yang memiliki gelar sarjana sosiologi ini yang hadir bersama suami.
Madya Insani adalah mediator yang menawarkan pendidikan Diploma 3 ini. Bekerjasama dengan pimpinan Yayasan Hajar Kasih, Madya Insani mendelegasikan 7 orang untuk kuliah di Politeknik Tri Jaya Krama dengan fasilitas beasiswa selama 1 tahun. Tetapi 2 orang lainnya tidak mampu menyelesaikan pendidikan mereka dengan beberapa alasan yang salah satunya adalah permasalahan ekonomi keluarga.
Suhartini, S.sos yang juga pengelola PKBM Madya Insani mengungkapkan bahwa LSM Madya Insani selalu mencari peluang bagi masyarakat marginal yang ingin melanjutkan kuliahnya. “Kita selalu berusaha untuk meningkatkan pendidikan staf-staf kita dengan mencari sumber-sumber beasiswa. Tidak hanya itu, kita juga menawarkannya pada alumni-alumni PKBM Madya Insani serta anak-anak dari keluarga marginal yang memang ingin melanjutkan sekolah” (D-Viz)

Kasus Ijazah Palsu Wali Kota Siantar Diusut Poldasu

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik
TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Dugaan ijazah palsu Wali Kota Hulman Sitorus ternyata sedang dalam pengusutan Poldasu. Empat saksi telah dimintai keterangan oleh Polda.

Banotua Naipospos, yang melaporkan dugaan pemalsuan surat tersebut ke Badan Reserse Kriminal Polri, mengatakan laporannya tersebut telah diteruskan ke Polda Sumut sejak Juli. “Saya baru mengungkapkan ini karena kemarin kan masih bulan ramadan,” katanya, di Rumah Sakit Suaka Insan, Jumat (9/9). Selain itu, sakit yang membuatnya harus rawat inap juga menghambat pengungkapan informasi ini ke publik.

Poldasu, kata Bonatua, telah memanggil empat orang saksi. Pertama adalah Rocky Marbun sebagai orang yang pertama kali memunculkan dugaan tindak pidana ini ke publik. Kedua, Sefri Sipayung. Sefri adalah pemilik ijazah yang dipakai Bonatua sebagai pembanding dengan ijazah Hulman.

"Mereka sama waktu ujiannya. Tapi, coba lihat ijazah Hulman! Tidak ada dijelaskan dimana Hulman ujian,” tuturnya. Selain itu, panitia ujian yang menandatangani ijazah Wali Kota Pematangsiantar itu juga berbeda dengan yang menandatangani ijazah Sefri.

Saksi lain yang dipanggil oleh Poldasu adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar Jonson Simanjutak dan Sekretaris Dinas Hotma Aritonang. Pada Ahustus 2010, Kadis Jonson Aritonang pernah menyurati Wali Kota Hulman Sitorus tentang klarifikasi ijazah yang diminta DPRD Pematangsiantar. Berdasarkan penelitian mereka ijazah SMP Bumiputera atas nama Hulman Sitorus dianggap tidak berlaku.

Bonatua yang telah mendorong pengusutan dugaan pemalsuan surat ini sejak Juli lalu mengaku siap berjuang. Selain melaporkan dugaan pemalsuan ijazah, Bonatua juga melaporkan Hulman Sitorus karena dugaan nepotisme pada pemilihan Dewan Pengawas PDAM Tirtauli. Bonatua, mantan dewan pengawas, mengaku disingkirkan Hulman dengan semena-mena karena ingin menempatkan orang dekatnya. “Kalau laporan saya salah, saya siap menerima pengalaman pahit. Saya ingin Hulam tahu bagaimana sakitnya dipecat,” kata Bonatua. (ton/tribun-medan.com)

Penulis : Liston Damanik
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Tribun Medan

Dewan Siap Buktikan Kinerja Gatot

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memasuki masa kunjungan kerja (Kunker) yang dibagi per daerah pemilihan (Dapil), 13-17 September 2011. Kunker itu menjadi ajang pembuktian sejauh mana kegiatan pembangunan tahun anggaran 2010 dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Gatot Pujo Nugroho bersama satuan kinerja perangkat daerah (SKPD).

Sebelumnya dalam sidang paripurna DPRD Sumut baru-baru ini, Plt Gubernur Gatot Pujo Nugroho menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) tahun anggaran 2010, dimana antara lain tercipta sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sebesar Rp 404,884 miliar.

Walau demikian, berbagai program kerja pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat telah dilakukan, baik di sektor ekonomi, pendidikan, pertanian, kesehatan, infrastruktur, sosial dan budaya, yang secara umum dilaksanakan semaksimal mungkin dan sesuai ketentuan pengelolaan keuangan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Propinsi Sumut, Budiman Nadapdap mengatakan, walau Plt Gubernur sudah menyampaikan laporannya, namun bukan berarti serta merta diterima dewan. "Itukan masih penyajian yang belum menyertai pembuktian secara faktual atau masih secara tertulis saja," ujarnya menjawab wartawan, Jumat (9/9).

Lebih lanjut dikatakan, diperlukan penyelidikan ke lapangan, apakah anggaran benar-benar dialokasikan. Tidak hanya itu, diperlukan sejauh mana kualitas pengalokasian anggaran itu, bagaimana pengelolaannya apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak.

Budiman, yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan ini mengaku, fraksinya banyak mendapat laporan soal berbagai kejanggalan kegiatan pembangunan di berbagai daerah di Sumut. Soal hal tersebut, lanjutnya, sudah dikoordinasikan kepada semua anggota fraksi per Dapil, untuk kemudian menyelidikinya.

"Tapi tidaklah pula etis kita beberkan saat ini, tunggulah setelah kita lakukan Kunker," jelas Budiman. Anggota dewan dari Dapil VIII ini menambahkan, fraksinya akan tegas soal bilamana ada kejanggalan. Fraskinya akan menghimpun untuk kemudian disampaikan ke publik agar menjadi perhatian.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Jamaluddin Hasibuan mengatakan, kunjungan kerja merupakan kesempatan yang baik untuk menyesuaikan kebenaran laporan Gubernur dengan kondisi sebenarnya di lapangan. "Jadi ini momen bagus agar ada kroscek," sebut anggota dewan dari Dapil VI.

Ditanya soal kegiatan pembangunan mana yang menjadi sorotan, Jamaluddin mengatakan belum mengetahuinya. "Kita lihat saja sesuai apa yang ada di lapangan, yang pasti seperti pembangunan jalan, jembatan, drainase dan lainnya menjadi perhatian kita," ujarnya.

Dia menyebutkan kalangan anggota dewan akan memberikan data sesuai di lapangan terkait kegiatan pembangunan. Pasalnya juga, dewan tidak sendirian karena akan didampingi pihak pemeriksa dan pengawas, termasuk dari SKPD selaku yang bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar, M Faisal mengatakan, pihaknya bersama satu tim Dapil Medan akan lebih fokus antara lain ke persoalan penyaluran bantuan daerah bawahan (BDB). Faisal mengatakan, persoalan BDB cukup menyentuh dengan masyarakat, sehingga perlu dibuktikan apakah dalam pelaksanaannya, memang benar-benar disalurkan ke masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Hanura, Aduhot Simamora. Anggota Dewan dari Dapil VIII ini mengemukakan pentingnya penyelidikan soal antara lain penggunaan dana untuk infrastruktur jalan dan jembatan dan sekolah. Hal yang lain perlu ditinjau adalah soal pelaksanaan program transmigrasi di Desa Simpang Bolon Kecamatan Garoga.(afr / www.tribun-medan.com)


Penulis : Adol Frian Rumaijuk
Editor : Adol Frian Rumaijuk
Sumber : Tribun Medan