Showing posts with label Laporan Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Laporan Keuangan. Show all posts

Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik


Ketika pelaporan keuangan terasa sangat sulit dan melelahkan, beberapa programer kemudian berkreatifitas dengan mengkolaborasikan ilmu AKUNTANSI ilmu komputer. Beberapa programer bekerja sama dengan para akuntan. Beberapa programer lainnya juga ada yang mempelajari ilmu akuntansi itu sendiri. Mereka mencari bahan-bahan tentang pembuatan LAPORAN KEUANGAN, mempelajari contoh-contoh laporan keuangan dari berbagai sumber dan mengkombinasikannya dengan ilmu pemprograman yang mereka miliki.
Alhasil, lahirlah software-sofware akuntansi yang berguna bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki intensitas arus keuangan yang padat dan membutuhkan suatu laporan yang komplit. Salah satu SOFTWARE AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN TERBAIK adalah Zahir accounting dari sebuah perusahaan lokal yang telah go Internasional PT Zahir Internasional.
Sepertinya nama software ini sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta akuntansi. Salah satu software akuntansi laporan keuangan terbaik untuk semua perusahaan. Software ini dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan cocok untuk berbagai bisnis.

Zahir accounting bukan sembarang software akuntansi biasa, terbukti dengan beberapa penghargaan yang telah dikoleksi oleh salah satu software akuntansi laporan keuangan terbaik di Indonesia ini.
Berikut ini adalah beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh software  ini sesuai dengan yang dituliskan di website mereka http://www.zahiraccounting.com :
  • Zahir Accounting Software telah diberikan "5 Sapi" Rating, rating tertinggi, setelah review oleh Tim Review Tucows.
  • Zahir Accounting Software telah diberikan 4 (Empat) peringkat Bintang dari Freedownloadscenter
  • PT Zahir Internasional Meraih Pengakuan Internasional ISO 9001:2008
  • Zahir Accounting Juara Pertama Teknopreneur Award 2008
  • PT Zahir Internasional Terpilih Sebagai Best Enterprise 50 Majalah SWA
  • Review Zahir Small Business Accounting oleh Majalah Info Komputer
  • Awards : Winner APICTA - Indonesia 2004
  • Awards : Zahir Accounting Best of The Best Apicta Indonesia 2003
  • Awards : Winner in Apicta Indonesia 2003

Selain itu beberapa perusahaan juga telah memberikan kisah suksesnya dalam penggunaan software ini. dan mengakui bahwa Zahir accounting adalah software akuntansi laporan keuangan terbaik. Berikut ini adalah beberapa perusahaan yang puas dengan aplikasi ini:
  • PT Makassar Indomedia (Media & Percetakan)
  • PT Tara Cell Intrabuana (Penyewaan & Kontraktor BTS)
  • PT Mitrajaya Pasopati (Distributor & Retail)
  • PT Dwi Tunggal Surya Jaya (Kontraktor)
  • Kayana (Digital Print)
  • Choco Corner Restaurant ( Resto Coklat )
Apalagi yang dicari dari pengguna software akuntansi jika software profesional ini sudah sangat lengkap dan sangat user friendly. Salah satu Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik ini harganya pun bervariasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai spesifikasi, fitur dan keunggulan dari software akuntansi laporan keuangan, silahkan kunjungi website zahir accounting berikut ini : http://zahirsoftware.com/. Untuk demonya silahkan lihat langsung disini http://zahirsoftware.com/uncategorized/demo-video-interaktif-zahir-accounting.
Setelah melihat semua fitur-fitur dan segala kemudahan dari software ini, apakah anda masih ragu bahwa zahir accounting adalah software akuntansi laporan keuangan terbaik ?  saya yakin tidak ada keraguan lagi. Dan kemudian anda pun akan mengatakan, "ya, inilah SOFTWARE AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN TERBAIK."

Koleksi Penghargaan Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik, Zahir Accounting

Ketika pelaporan keuangan terasa sangat sulit dan melelahkan, beberapa programer kemudian berkreatifitas dengan mengkolaborasikan ilmu akuntansi ilmu komputer. Beberapa programer bekerja sama dengan para akuntan. Beberapa programer lainnya juga ada yang mempelajari ilmu akuntansi itu sendiri. Mereka mencari bahan-bahan tentang pembuatan laporan keuangan, mempelajari contoh-contoh pelaporan keuangan dari berbagai sumber dan mengkombinasikannya dengan ilmu pemprograman yang mereka miliki.
Alhasil, lahirlah software-sofware akuntansi yang berguna bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki intensitas arus keuangan yang padat dan membutuhkan suatu laporan yang komplit. Salah satu yang terbaik adalah Zahir accounting dari sebuah perusahaan lokal yang telah go Internasional PT Zahir Internasional. Zahir accounting bukan sembarang software akuntansi biasa, terbukti dengan beberapa penghargaan yang telah dikoleksi oleh salah satu software akuntansi laporan keuangan terbaik di Indonesia ini.
Berikut ini adalah beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh software  ini sesuai dengan yang dituliskan di website mereka http://www.zahiraccounting.com :
  • Zahir Accounting Software telah diberikan "5 Sapi" Rating, rating tertinggi, setelah review oleh Tim Review Tucows.
  • Zahir Accounting Software telah diberikan 4 (Empat) peringkat Bintang dari Freedownloadscenter
  • PT Zahir Internasional Meraih Pengakuan Internasional ISO 9001:2008
  • Zahir Accounting Juara Pertama Teknopreneur Award 2008
  • PT Zahir Internasional Terpilih Sebagai Best Enterprise 50 Majalah SWA
  • Review Zahir Small Business Accounting oleh Majalah Info Komputer
  • Awards : Winner APICTA - Indonesia 2004
  • Awards : Zahir Accounting Best of The Best Apicta Indonesia 2003
  • Awards : Winner in Apicta Indonesia 2003

Selain itu beberapa perusahaan juga telah memberikan kisah suksesnya dalam penggunaan software ini. Berikut ini adalah beberapa perusahaan yang puas dengan aplikasi ini:
  • PT Makassar Indomedia (Media & Percetakan)
  • PT Tara Cell Intrabuana (Penyewaan & Kontraktor BTS)
  • PT Mitrajaya Pasopati (Distributor & Retail)
  • PT Dwi Tunggal Surya Jaya (Kontraktor)
  • Kayana (Digital Print)
  • Choco Corner Restaurant ( Resto Coklat )

Kegiatan Bisnis yang Dipengaruhi Perangkat Lunak

Perangkat lunak untuk sebuah aplikasi sistem mempengaruhi pola kerja para end-user untuk mengelola data transaksi berbasis prinsip universal. Pemakaian teknologi informasi telah memungkinkan setiap rencana bisnis dan tindakan diperlukan berbasis fasilitas program aplikasi yang tersedia.
Menurut Kusnadi (2000), prinsip manajemen strategi dapat dijabarkan melalui beberapa pendekatan yang mungkin dapat dilakukan, yaitu : 1). Perencanaan strategi menembus (merembes) unsur-unsur penentu kebijakan telah diinfiltrasi dengan berbagai aliran informasi pada tingkatan manajemen 2). Proses perencanaan komprehensif – Disini diperlukan analisis fungsional terhadapa upaya untuk mengintegrasikan rencana dengan kemampuan sumber daya yang ada. 3). Sistem nilai pendukung- suatu dukungan terhadap fungsi penyajian informasi melalui instrumen analisis keuangan.
Komputer merupakan media elektronik untuk melakukan 3 fungsi utama, yakni : menghitung, mengolah dan menyimpan. Dari aspek pemrosesan data bisnis, ada beberapa kegiatan utama yang dapat dipenuhi oleh suatu software akuntansi, yakni :
  1. Merencanakan kebutuhan material baik bahan mentah maupun barang jadi-sehingga diharapkan daya saing
  2. Mempelajari apakah aktiva tetap perusahaan masih dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan
  3. Menyiapkan dana cadangan diperlukan untuk membayar kewajiban yang timbul sebagai akibat perolehan aktiva dan modal
  4. Mengadakan pemikiran tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan anggota/karyawan perusahaan
  5. Mengadakan proyeksi anggaran, yaitu kegiatan menggunakan satuan-satuan moneter untuk menterjamhkan kapasitas dana bagi keperluan pengembangan sumber daya yang potensial.
Perencanaan bisnis dapat dipresntasikan melalui aplikasi proyek untuk menjabarkan suatu kegiatan dengan fasilitas analisis diperlukan untuk menangani sejumlah persoalan. Hal ini telah membuka wahana baru untuk memudahkan setiap manajer mengaplikasikan sistem apa yang layak dan memprioritaskan di sektor mana saja dari segmen bisnis layak untuk dikembangkan sehingga dapat diantisipasi pengendalian yang diperlukan.

Akuntansi dan Laporan Keuangan

Penyusunan dan Penyajian Laporan keuangan mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-IAI. Saat ini, secara garis besar Standar Akuntansi Keuangan berisi 59 PSAK beserta Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan yang melandasinya dan 4 IPSAK. Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh IAI merupakan hasil adaptasi dari International Accounting Standards.

Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional ke dalam Standar Akuntansi Keuangan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia sebagai salah upaya harmonisasi dan dinamisasi praktik akuntansi keuangan internasional dalam usaha menjawab tantangan di era globalisasi.

Akuntansi sering disebut dengan “bahasa bisnis” karena akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan laporan-laporan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk laporan akuntansi atau lebih dikenal dengan istilah laporan keuangan.

Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
 
Terdapat empat jenis laporan keuangan utama, yakni neraca (laporan perubahan posisi keuangan), laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Pelaporan keuangan (financial reporting) mencakup tidak hanya laporan keuangan, tetapi juga media-media lain yang dapat digunakan untuk mengomunikasikan informasi baik yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan proses akuntansi. Misalnya, laporan tahunan kepada para pemegang saham tidak hanya berisi laporan keuangan utama, seperti tercantum di atas, tetapi juga informasi lain, seperti rasio-rasio keuangan yang dianggap penting, ikhtisar jumlah atau saldo rekening-rekening tertentu.

Pihak-pihak yang terkait dengan laporan keuangan adalah IAI, Bapepam, BEJ, Kantor Pajak dan Kantor Akuntan Publik (Auditor) serta para pemakai laporan keuangan lainnya. Dengan cara yang berbeda masing-masing pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas (dapat dipercaya dan diandalkan, relevan, serta tepat waktu).


Kerangka Konseptual Akuntansi dan Profesi Akuntan
Di dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan perusahaannya, manajemen memiliki keleluasaan untuk memilih alternatif prinsip atau metode akuntansi yang dimaksudkan untuk mencerminkan secara akurat kondisi ekonomi perusahaan dalam kaitannya dengan bisnis dan transaksi-transaksi operasinya. Untuk itu, diperlukan suatu acuan dalam praktik akuntansi di dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangannya. Kerangka dasar akuntansi dan pelaporan keuangan ditetapkan sebagai maksud untuk mendefinisikan secara luas tentang tujuan, istilah dan konsep-konsep yang berkaitan dengan praktik akuntansi yang pada akhirnya sangat diperlukan untuk menetapkan ruang lingkup dan batas-batas akuntansi dan laporan keuangan.

Kerangka tersebut memuat hal-hal berikut. (1) Tujuan laporan keuangan. (2) Asumsi dasar. (3) Karakteristik kualitatif laporan keuangan. (4) Unsur laporan keuangan. (5) Pengakuan dan pengukuran unsur laporan keuangan. (6) Konsep modal dan pemeliharaan modal.

Asumsi dasar dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah dasar akrual dan kelangsungan usaha. Terdapat empat karakteristik laporan keuangan, yakni dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat dibandingkan. Unsur-unsur laporan keuangan antara lain adalah aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, laba, rugi, setoran kepada pemilik, distribusi kepada pemilik.

Secara umum sekurang-kurangnya terdapat tiga pihak yang berkarier dalam bidang akuntansi, yang terkait dengan akuntansi dan pelaporan keuangan, yaitu akuntan manajemen (akuntan perusahaan), akuntan publik dan para pemakai laporan.

Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan keuangan suatu perusahaan terdiri atas berikut ini.
Laporan keuangan merupakan hasil pencatatan, pengelompokan, pengikhtisaran catatan data, penerapan prinsip-prinsip dan kebiasaan akuntansi, dan penggunaan data pengalaman pribadi penyusunnya. Oleh sebab itu, tak mengherankan apabila laporan keuangan mengandung keterbatasan-keterbatasan sebagai berikut.
  • Bersifat Historis.
  • Bersifat Umum.
  • Pemakaian taksiran dan pertimbangan pribadi.
  • Berisi informasi yang material saja.
  • Bersifat konservatif.
  • Menekankan pada makna ekonomis, tidak pada bentuk hukumnya.
  • Menggunakan istilah teknis akuntansi.
  • Mengandung berbagai alternatif metode akuntansi.
  • Tidak dapat menyajikan informasi kualitatif yang bersifat nonkeuangan.

Penyajian laporan laba rugi dapat dilakukan dalam 2 bentuk sebagai berikut.
  • Bentuk multiple step (langkah bertahap).
  • Bentuk single step (langkah tunggal).

Dalam bentuk Langkah Bertahap laporan laba rugi berisi informasi sebagai berikut.
  • Penjualan.
  • Harga Pokok Penjualan atau Beban Penyediaan Jasa.
  • Laba Kotor.
  • Beban Usaha.
  • Laba Usaha.
  • Pendapatan dan Beban Lain-lain.
  • Laba Sebelum Pos Luar Biasa.
  • Pos-pos Luar Biasa.
  • Pengaruh Kumulatif dari Perubahan Prinsip Akuntansi.
  • Laba Sebelum Pajak Penghasilan.
  • Pajak Penghasilan.
  • Laba Bersih.
 Dalam laporan laba rugi bentuk langkah tunggal hanya dikenal satu jenis laba saja, yaitu laba bersih.

Untuk menggambarkan perubahan hak milik perusahaan yang tertanam dalam perusahaan, perlu disusun Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan ini dapat digabungkan dengan Laporan Laba Rugi, apabila informasi perubahan jumlahnya tidak banyak. Dalam perseroan laporan ini sering disebut Laporan Perubahan Laba Ditahan karena umumnya perubahan modal terjadi pada pos Laba Ditahan saja. Namun, apabila perubahan juga terjadi pada pos-pos modal pemilik yang lain maka perlu disusun laporan perubahan ekuitas secara lengkap.

Pos-pos Luar Biasa
Para akuntan (termasuk IAI) sekarang cenderung untuk menggunakan konsep all-inclusive dalam penyusunan perhitungan laba rugi untuk suatu perusahaan.

Satu-satunya pos juga dibebankan atau dikredit langsung ke rekening Laba Ditahan adalah penyesuaian periode sebelumnya yang diakibatkan karena koreksi kesalahan, dan perubahan akuntansi tertentu yang memerlukan penyusunan kembali laporan keuangan periode sebelumnya.

Seluruh laba atau rugi luar biasa dan yang jarang terjadi langsung ditutup ke rekening Ikhtisar Laba rugi dan dilaporkan dalam perhitungan laba rugi.

Transaksi yang tidak biasa, material, dan jarang terjadi disajikan secara terpisah sebagai kelompok pos-pos luar biasa. Pos-pos lain yang jumlahnya material, tetapi tidak dapat dikelompokkan sebagai pos luar biasa dilaporkan dan diungkapkan secara terpisah.

Penyesuaian kumulatif yang terjadi akibat perubahan prinsip akuntansi diungkapkan secara terpisah sebelum laba bersih.

Penghentian segmen kegiatan dari suatu perusahaan diklasifikasikan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi sesudah laba dari kegiatan yang terus berjalan dan sebelum pos-pos luar biasa.

Neraca
Neraca adalah laporan yang menunjukkan posissi keuangan dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Posisi keuangan ini meliputi keadaan aktiva, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan. Dengan cara menghubungkan pos-pos tertentu dlam neraca, kita dapat menilai keadaan likuiditas, solvabilitas dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Oleh karena itu, neraca harus disusun secara sistematis dengan menggunakan klasifikasi yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Klasifikasi dan penyajian pos-pos dalam neraca dilakukan sebagai berikut.
  • Aktiva Lancar. Disajikan sesuai dengan urutan likuiditasnya, artinya pos yang segera dapat dicairkan menjadi uang tunai disajikan di urutan paling atas.
  • Investasi. Investasi perusahaan pada perusahaan anak atau pada perusahaan afiliasi harus disajikan secara terpisah.
  • Aktiva tetap. Dapat dibedakan menjadi aktiva tetap berwujud dan aktiva tidak berwujud. Pos-pos aktiva tetap disajikan dalam neraca menurut kekekalannya. Aktiva tetap yang umurnya paling panjang disajikan paling atas, sedangkan aktiva tetap yang umurnya lebih pendek disajikan di bawahnya.
  • Aktiva lain-lain. Klasifikasi aktiva lain-lain digunakan untuk menampung pos-pos aktiva tidak lancar yang tidak dapat dikelompokkan dalam klasifikasi di atas.
  • Kewajiban lancar. Pos-pos kewajiban lancar disajikan sesuai dengan urutan likuditasnya. Utang lancar yang segera dibayar disajikan dalam urutan teratas.
  • Kewajiban jangka panjang. Penyajian kewajiban jangka panjang harus mengungkapkan ikatan-ikatan yang ada dalam kontrak utang jangka panjang yang bersangkutan, seperti tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, aktiva yang dijadikan jaminan dan sebagainya.
  • Ekuitas pemilik. Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan, yaitu hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas disajikan dalam neraca berdasarkan kekekalannya. Jenis modal yang sifatnya paling kekal disajikan paling atas, dan yang kurang kekal disajikan di bawahnya.
Neraca dapat disusun dengan menggunakan bentuk akun (rekening) atau bentuk laporan. Dalam bentuk rekening (bentuk skontro) aktiva dilaporkan pada sisi sebelah kiri dan kewajiban serta modal pemilik pada sebelah kanan. Dalam bentuk laporan, bagian aktiva, kewajiban dan modal pemilik disusun secara vertikal (dari atas ke bawah). Bentuk laporan ini lebih populer karena dapat membandingkan 2 buah neraca atau lebih untuk tahun-tahun yang berurutan.

Catatan Atas Laporan Keuangan
Selain pos-pos yang terdapat dalam buku besar perusahaan, dalam neraca juga perlu disajikan informasi tambahan yang dapat berupa peristiwa bersyarat, kebijaksanaan penilaian dan kebijaksanaan akuntansi yang digunakan, kontrak-kontrak jangka panjang dan peristiwa kemudian.

Teknik penyajian informasi tambahan dapat dilakukan dalam bentuk tanda kurung, catatan kaki, skedul pendukung, referensi silang dan rekening kontra.


Ruang Lingkup Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam suatu periode akuntansi.

Tujuan laporan arus kas adalah menyediakan informasi sumber dan penggunaan kas dan setara kas selama periode akuntansi serta rekonsiliasi kas di awal periode dengan kas di akhir periode ditambah saldo setara kas.

Bentuk umum dari laporan arus kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas yang terbagi ke dalam tiga kategori, yakni: arus kas yang berasal dari aktivitas operasi; arus kas yang berasal aktivitas investasi dan arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan.

Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi dapat dilaporkan dengan menggunakan di antara dua metode baik langsung maupun tidak langsung.

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.

Arus kas dari aktivitas operasi berasal dari aktivitas produksi normal perusahaan dan penjualan barang dan jasa.

Arus kas dari aktivitas investasi berasal dari aktivitas pembelian atau penjualan aktiva tetap, bangunan, peralatan, piutang wesel dan investasi.

Arus kas dari aktivitas pendanaan berasal dari kenaikan atau penurunan pendanaan utang dan pendanaan ekuitas dan dari pembayaran dividen kepada pemegang saham.

Penggunaan Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan yang relatif masih baru, efektif berlaku di Indonesia sejak tahun 1994. Laporan arus kas dapat disusun dengan menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung. PSAK No.2 mengimbau agar laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung.

Klasifikasi arus kas bervariasi di antara berbagai negara. Tetapi pada umumnya terdapat 3 kategori arus kas, yaitu (1) arus kas dari aktivitas operasional, (2) arus kas dari aktivitas investasi, dan (3) arus kas dari aktivitas pendanaan (financing). Standar akuntansi Inggris membuat klasifikasi arus kas yang paling lengkap. Di Inggris arus kas dikelompokkan menjadi delapan kategori.

Ada delapan pola arus kas. Arus kas operasional yang positif menunjukkan kondisi keuangan lebih baik dari pada arus kas operasional yang negatif. Arus kas investasi yang negatif menunjukkan perusahaan sedang melakukan perluasan usaha, sedangkan apabila arus kas investasi negatif menggambarkan perusahaan berusaha mencari dana untuk menutup defisit arus kas operasional. Arus kas pendanaan yang positif menunjukkan perusahaan mencari sumber pendanaan dari luar untuk menutup defisit arus operasional atau untuk melakukan ekspansi. Sedangkan arus kas pendanaan yang negatif menunjukkan perusahaan sedang melunasi pinjaman kepada para kreditor atau mengembalikan modalnya kepada para pemegang saham.

Sumber buku Akuntansi Keuangan Menengah karya Sugiarto

Laporan Rugi Laba

Untuk membuat laporan laba rugi kita harus mengetahui tentang pengertian laporannya. Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Yang kita dapatkan dalam laporan ini dimana dalam laporan ini menggambarkan mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan rugi-laba dalam suatu periode tertentu

Laporan laba rugi mempunyai 2 unsur yaitu pendapatan dan beban/biaya

PENGHASILAN (income)
Adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akutansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan seperti penjualan barang dagang, penghasilan jasa (fee), pendapatan bunga dan lainnya.

BEBAN (expanse)
Adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akutansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya nilai aktiva atau kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Contoh yang termasuk dalam kategori beban/biaya adalah harga pokok (penjualan atau produksi/HPP), biaya pemasaran, biaya gaji karyawan, biaya penyusutan dan sejenisnya.

Format atau bentuk laporan laba rugi dapat disajikan dalam 2 bentuk

SINGLE STEP
Yaitu bentuk laporan yang disusun dengan menggabungkan semua penghasilan menjadi suatu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok lainnya yang terjadi dalam suatu periode. Sehingga untuk menghitung laba rugi bersih hannya memerlukan satu langkah yaitu mengurangkan total penghasilan dengan total biaya. Selisih positif antara kelompok penghasilan dengan biaya disebut dengan istilah penghasilan bersih atau laba, sedangkan jika selisih tsb negative disebut dengan rugi.

MULTIPLE STEP

Yaitu bentuk laporan yang disusun secara bertahap penghasilan dan beban disajikan sesuai dengan uturan aktivitas yaitu kegiatan usaha diluar usaha dan luar biasa

Untuk menyajikan pos luar biasa seperti kebakaran, gempa, dan sebagainya perusahaan dapat menganut salah satu dari 2 perlakuan berikut ini:

ALL INCLUSIVE
Pencatatan kerugian dari pos luar biasa tsb dapat disajikan dalam laporan laba rugi, sedangkan dalam laporan laba yang ditahan hanya berisi net income yang ditransfer dari laporan rugi laba deklarasi (pembayaran dividend), penyisihan dari laba (appropriation of retained earning)

CURRENT OPERATING PERFORMANCE/NON CLEAN SURPLUS CONCEPT
Pecatatan kerugian dari pos luar biasa tidak boleh disajikan dalam laporan laba rugi melainkan disajikan dalam laporan laba ditahan atau laporan perubahan modal maka laporan laba rugi hanya menentukan hasil dari operasi normal periode tersebut.

sumber: Arifin,johar dan Busono  adi Wicksono, Komputer Akutansi dng Microsoft excell dan Munawir,, analisa laporan keuangan

Neraca (Balance Sheet)

Nah, sekarang kita bicarakan masalah neraca. Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya seputar akuntansi. Neraca adalah bagian dari akuntansi yang disusun dalam laporan keuangan. So, check this out....

Neraca memberikan informasi mengenai berapa jumlah harta (asset), utang (liability), dan modal (equity) dari suatu organisasi pada suatu titik tertentu, biasanya akhir tahun atau akhir periode akuntansi ditetapkan.

Neraca memiliki urutan komponen yang standar. Urutan ditentukan berdasarkan likuiditasnya. Artinya, harta yang paling cepat dikonversi menjadi uang kas akan ditempatkan pada urutan pertama, dan seterusnya. Dengan demikian, harta perusahaan berupa saldo kas dan bak merupakan urutan pertama yang dijasikan dalam setiap neraca. Untuk bagian utang, urutan ditentukan berdasarkan jatuh tempo pembayarannya. Utang yang paling dekat jatuh temponya akan disajikan pada urutan pertama utang perusahaan dalam neraca. Bagian modal disajikan tidak berdasarkan suatu kriteria tertentu, umumnya modal saham, baik saham preferen, dan saham biasa, ataupun saham perusahaan yang dibeli kembali oleh perusahaan akan disajikan pada urutan pertama. Kemudian laba yang ditahan ada pada urutan berikutnya.

Kelompok-kelompok Dalam Neraca
Di dalam neraca tersaji jumlah asset baik asset lancar maupun tidak lancar, setelah itu hutang jangka panjang; pendek, dan tentunya ekuitas atau modal. Baiklah untuk mempermudah pemahaman kita semua akan dijelaskan secara singkat, padat dan jelas, berikut :

Aktiva Lancar

Aktiva lancar merupakan suatu komponen dalam neraca yang tidak lain berisi harta perusahaan yang dapat diharapkan bisa dikonversikan menjadi uang kas dalam kurun kurang dari satu tahun atau satu siklus bisnis perusahaan. Perkiraan yang dapat dikategorikan sebagai aktiva lancar adalah:
  • Kas atau ekuivalen kas yaitu terdiri dari uang kas di brankas perusahaan, rekening koran, deposito, dan lainnya.
  • Surat berharga yaitu termasuk di sini investasi perusahaan dalam bentuk surat berharga seperti saham yang dapat diperjualbelikan seketika, surat pengakuan hutang, obligasi, dan lain-lain yang dapat diperjualbelikan.
  • Piutang yaitu dimana suatu perusahaan mempunyai hak untuk menagih utangnya kepada pihak lain yang berhutang, piutang ini dapat direalisasikan menjadi kas jika sudah ada pembayaran atau menjual piutang kepada orang lain.
  • Persediaan yaitu biasanya merupakan harta lancar yang diperkirakan dapat dikonversi menjadi kas lewat penjualan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku atau barang setengah jadi akan berubah menjadi kas lewat serangkaian produksi tambahan, yaitu barang jadi; dijual; Piutang/kas; dibayar (jika piutang); Menjadi kas.
  • Biaya dibayar dimuka maksudnya perkiraan ini diletakan sebagai aktiva lancar karena dianggap sebagai harta perusahaan yang diserahkan pada pihak lain dan dapat diambil seketika. Contohnya, perusahaan membayar sewa kantor untuk 3 tahun, pada saat neraca disusun sewa baru berjalan 5 bulan, maka biaya sewa 2,5 tahun adalah biaya dibayar dimuka.
  • Aktiva lancar lainnya yaitu aktiva yang memiliki kriteria aktiva lancar namun jumlahnya sangat kecil.

Properti dan Perlengkapan

Maksud dari komponen atau kelompok aktiva ini adalah harta tetap perusahaan berupa mesin, rumah, kantor, gedung, alat-alat kantor. Untuk perlengkapan biasanya masuk kedalam aktiva lancar, karena biasanya perlengkapan masa usia gunanya kurang dari satu tahun. Untuk aktiva tetap sendiri usia gunanya adalah lebih dari satu tahun seperti mesin, gedung, tanah, dll. Dan perlu diingat bila aktiva tetap ini dimaksudkan untuk dijual kembali maka akan digolongkan kedalam kelompok aktiva lancar.

Aktiva tidak berwujud

Mendengar namanya saja sudah pasti aktiva ini tidak memiliki fisik alias tidak bisa dilihat, aktiva seperti ini memang ada seperti hak paten, hak royalti, atau hak lainnya.

Utang Lancar

Utang lancar adalah kelompok utang yang berisi tagihan yang harus dibayar oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Dengan kata lain, bila perusahaan memiliki utang yang dicicil dalam jangka waktu 10 tahun maka cicilan yang akan jatuh tempo untuk tahun tersebut harus dikategorikan sebagai utang lancar.
  • Utang jangka pendek Merupakan bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo.
  • Utang dagang Berupa utang pembelian bahan baku, bahan pembantu atau utang lain dalam rangka proses produksi dan jasa.
  • Biaya yang dicadangkan Merupakan manfaat yang sudah dinikmati perusahaan naum belum ditagih oleh pihak lain, akan tetapi ketika ditagih maka harus dibayar segera. Misalnya, pemakaian listrik dan telepon yang baru akan ditagih pada bulan yang akan datang. Pada tanggal neraca disusun perkiraan penggunaan tersebut harus dibukukan sebagai biaya yangn dicadangkan.
  • Utang pajak  merupakan utang pajak kepada pemerintah yang harus dilunasi selama tahun berjalan.

Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang adalah utang perusahaan yang jatuh tempo bukan pada tahun berjalan. Porsi yang akan jatuh tempo pada tahun berjalan harus dipindahkan ke kelompok utang lancar.

Modal

Modal merupakan kelompok yang berisi klaim dari pemilik terhadap perusahaan. Biasanya pada urutan pertama sajikan saham pemilik. Berikutnya adalah agio saham (harga jual saham di atas harga nominal) atau additional paid in capital.