Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

Bintang

Kalau kau lihat langit yang cerah
Disitu ada aku
Kalau kau bayangkan bintang itu indah
Maka bayangkanlah aku.
Aku bintang dalam kegelapan malam
Yang benderang di kala kesunyian malam
Tapi terkadang aku juga dapat menghilang
Ketika malam tak kunjung datang..
Coba kau lihat mengapa langit malam ini cerah
Dan awan yang berarak menghilang
Indah bukan
Kemegahan mahkota malam..

Andai kau tahu betapa bintang itu indah
Dan matahari selalu mengawasi dari kejauhan malam

Aku melihat bintang dari diri seseorang
Yang menjadi matahari kala panas tak jua datang
Yang menjadi bulan ketika langit tak berhiaskan bintang
Dia juga bintang dilangit hati semua orang
Dan juga menjadi bintang dalam kesunyian para malaikat..

By : Kartika Handayani

SAJAK BULAN MEI 1998 DI INDONESIA

Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan
Amarah merajalela tanpa alamat
Kelakuan muncul dari sampah kehidupan
Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah

O, zaman edan!
O, malam kelam pikiran insan!
Koyak moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan

O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!
Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari ketinggian para politisi, raja-raja, dan tentara

O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan!
O, rasa putus asa yang terbentur sangkur!
Berhentilah mencari Ratu Adil!
Ratu Adil itu tidak ada. Ratu Adil itu tipu daya!
Apa yang harus kita tegakkan bersama
adalah Hukum Adil
Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara

Bau anyir darah yang kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata:
Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat
apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa
apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa
lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya

Wahai, penguasa dunia yang fana!
Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta!
Apakah masih buta dan tuli di dalam hati?
Apakah masih akan menipu diri sendiri?
Apabila saran akal sehat kamu remehkan
berarti pintu untuk pikiran-pikiran kalap
yang akan muncul dari sudut-sudut gelap
telah kamu bukakan!

Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi
Airmata mengalir dari sajakku ini.

By : W.S Rendra

Jeritan Anak Jalanan

Di kolong-kolong jembatan aku..
Bersenandung mengharap belas kasihmu..
Pandanganku yang kian hampa..
Sesuap nasi pun tak kunjung tiba..
Melihat mu aku tak peduli..
Bukan wakil rakyat tikus berdasi..
Aku memang mlarat..
Bukan seperti tikus keparat..
Yang doyan uang rakyat..
Haus harta bak lintah darat..
Masih terdengar jeritan dan tangisan..
Dari anak kolong jembatan..
Kau butakan matamu..
Kau tulikan telingamu..
Takut kehilangan harta itu sifatmu..
Takut kehilangan kehormatan pun sifatmu..
Kau lebih rela korbankan rakyat..
Hanya demi se onggok martabat..
Kau picik..
Kau pun licik..
Di kolong jembatan aku..
Di jalanan kukais keberuntunganku..
Kau tak datang aku bangga..
Tak mengenal mu pun aku lega..

by : Noor M.A 
Dikutip dari : http://www.bangfad.com/sastra/jeritan-anak-jalanan.html

Pantun Koruptor

Sedikit untaian kata-kata yang di racik oleh salah seorang maestro puisi Indonesia untuk para koruptor yang telah lama malang melintang dan bersenang-senang, masih tetap nyaman, aman dan tentram bahkan menjadi selebritis terkenal dalam waktu singkat.... Pertanyaan dari lubuk hati yang paling dalam, kenapa masih sangat, terlalu, amat banyak kasus yang belum terselesaikan? apa memang sengaja diundur-undur terus dilupakan ? atau sedang negosiasi perdamaian ? atau takut kalau diteruskan dan terbukti, akan ada banyak orang penting lainnya yang ikut terseret ? huffttt.....
Ok,,, berikut ini puisi dari W.S Rendra untuk YTH, Bpk / Ibu Koruptor Indonesia.

Kalau ada sumur di ladang
Jangan diintip gadis yang mandi
Koruptor akalnya panjang
Jaksa dan hakim diajak kompromi

Berburu ke padang datar
Mendapat janda belang di kaki
Koruptor sakit diijinkan pesiar
Uang rakyat dibawa lari

Berakit rakit ke hulu
Berenangnya kapan kapan
Maling kecil sakit melulu
Maling besar dimuliakan

Ur… Ur… Ur… Ur… Bada Ur…
Selendang sutra jingga
Aturan negara ngalor ngidul
Lantaran wakil rakyat korupsi juga

Hio… Hio… Hio… Hio…

Kura kura dalam perahu
Buaya darat didalam sedan
Wakil rakyat jangan ditiru
Korupsinya edan edanan

Si tukang riba disebut lintah darat
Si hidung belang disebut buaya darat
Pedagang banyak hutang itulah konglomerat
Mereka yang berhutang yang bayar lha kok rakyat?

Binatang bego itu kura kura
Binatang lamban juga kura kura
BBM naik rakyat sengsara
Uang bea cukai ditilep juga

Aduh aduh cantiknya si janda kembang
Sedang menyanyi si Jali Jali
Hujan emas di rantau orang
Hujan babu di negeri sendiri

Hio… Hio… Hio…
Ale… Ale… Ale…
Bakso… Bakso… Bakso…
Onde… Onde… Onde…

Mikul duwur mendem jero
Itu apa artinye?
Artinye…
Kalau ente jadi presiden
Berdosa boleh aje…..

Puisi Cinta Ala Biologi

Nah,,, setelah postingan sebelumnya puisi seniman fisika yang sedang jatuh cinta, kali ini seniman biologi yang jatuh cinta,,, atau mungkin saling jatuh cinta mereka...???!! hahahahaaa........

Part I :
Hey, kau yang ada disana
Entah mengapa, setiap aku bertemu denganmu, pipiku merona layaknya glukosa yang ditetesi fehling A & B. Otot tulang rusuk dan diafragmaku berkontraksi relaksasi, bertalu-talu memburu nafasku. Serebrum dan serebelumku lamat-lamat melupakan tugasnya.

Hey, kau yang ada disana
Kau tahu, mengapa hatiku terikat oleh benang-benang spindel hatimu? Karena kau adalah mitokondria yang menghasilkan energi-energi kehidupanku. Karena kau adalah auksin yang mampu membuat pucuk-pucuk hatiku menjulang ke awan-awan. Karena kau adalah Rhizobium yang senantiasa mengikat N2 cintaku.

Hey, kau yang ada disana
Tidakkah kau sadari, bahwa kita berdua adalah gen komplementer− yang akan tetap menghasilkan filial-filial yang tuli dan gagu bila kita tak bersatu? Bahwa kita adalah Nitrosomonas dan Nitrosoccocus yang takkan mampu mengubah amoniak menjadi nitrit tanpa kehadiran yang lainnya?

Hey, kau yang ada disana
Hatiku akan selalu bersimbiosis dengan hatimu, tak peduli apakah kita ini homologi atau analogi, heterozigot atau homozigot. Tak peduli meskipun kau memiliki beribu-ribu lisosom dan aku hanya mempunyai dinding sel. Aku bahkan tak peduli apakah engkau ini adenin ataupun guanin− yang jelas, aku akan selalu membawakan pasangan asam amino yang tepat ke dalam ribosom hatimu.

Hey, kau yang ada disana
Takkan pernah aku berinterfase untuk mencintaimu…
Part II:
Hai, kau yang di sana
Siapakah dirimu….
Hingga tatapanmu mampu menjadi anaestesi duniaku?
Siapakah dirimu….
Hingga pesonamu bak feromon yang menarik perhatianku?
Siapakah dirimu….
Hingga kau mampu menjadi auksin yang merangsang cintaku tuk bersemi?
Dan mengapa harus dirimu yang menghasilkan fibrin menutupi luka lamaku?
Hai, kau yang di sana….
Tak mampu aku pungkiri bahwa aku mendambakanmu
Ketika sinar dirimu tertangkap jelas oleh konus retina ini
Tak mampu aku sangkali bahwa aku membutuhkanmu
Saat suara lembutmu merangsang gerak koklea telinga ini
Tak mampu aku ingkari bahwa aku menginginkanmu
Kedatanganmu membuat aliran darah menyeruak arteri dan vena ini
Hai, kau yang di sana…..
Aku ingin mencintamu dengan kokoh
Sekokoh ikatan kovalen yang tak tergoyahkan
Aku ingin mencintaimu dengan peka
Sepeka saraf yang mengantar rangsang dari dendrit ke dendrit
Aku ingin mencintaimu dengan pasti
Sepasti jantung yang tak akan pernah berhenti berdetak
Hai, kau yang di sana
Seperti bakteri yang bereproduksi dengan cepat,,,
Demikianlah keingintahuanku akan dirimu kian memuncak….
Hatiku terus bertanya pada MRNa,,,
Adakah sedikit pesan yang menyiratkan identitasmu?
Hai , kau yang di sana
Bayangan dirimu telah menjadi alel yang mengisi lokus cinta ini.
Sulit bagiku mendiagnosa arti dari setiap simptom yang muncul bagaikan misteri.
Dengan kerja keras neuronku membaca impuls yang kau sampaikan,,,,
Aku tahu bahwa setiap barisan kodonku dapat mentranslasikan setiap pesan dihatiku
Kini kusongsong dirimu, hai kau yang ada di sana
Aku mencintaimu…


Dikutip dari : unjakkreatif.blogspot.com

Puisi Cinta Ala Fisika

Seorang seniman puisi tidak selalu harus sekolah atau kuliah di bidang ilmu seni, bahasa, sastra atau disiplin ilmu lainnya yang menyangkut dengan seni atau tata bahasa. Tidak sedikit seniman yang lahir dengan bakat seninya tetapi masa hidupnya mempelajari disiplin ilmu yang lain. Nah inilah puisi dari seorang seniman yang gemar fisika, yang kebetulan sedang jatuh cinta.... He,,,he,,,he....!!!!

Part I :
Cantik...
Pertama kulihat bayanganmu jatuh dalam Fokus hatiku
Nyata, lurus, dan diperbesar oleh kekuatan Lensa Maksimum
Laksanan tetes Minyak jatuh di Ruang Hampa
Melayang...bebas dari segala Gaya Gravitasi
Cinta untukmu lebih besar baripada Bilangan Avogadro
Archimides dan Newton pun tak kan mengerti Medan Magnet yang meng-Induksi diantara Kutub hati kita
bahkan Enstein dan Edison pun tak kan sanggup membuat Rumus yang sebanding dengan Moment cinta kita
Meski jarak diantara kita laksanan Mercurius dan Pluto,
tapi Amplitudo gelombang hatimu sanggup meng-Interferensi hatiku
Seindah laksana gerak Harmonik yang sempurna dan tak kan terpengaruh oleh Gaya Pemulih
seirama laksanan Kopel Gaya khayalan Kecepatan Angular yang tanpa batas
Energi mekanik cinta kita tak kan terpengaruh Friksi
Energi potensial cinta kita tak kan terpengaruh oleh Tetapan Gaya
bahkan Hukum Kekekalan Energi sekalipun tak kan mampu menandingi Hukum Kekekalan Cinta diantara kita berdua
Cantik...
Momen cintaku Tegak Lurus dengan Momen cintamu
Menjadikan Matriks yang Simetri
Menjadikan cinta kita laksana Titik Equilibrium yang sempurna
Inersia yang tanpa batas tak kan goyah oleh Impuls atau Momentum Gaya sekalipun
Inilah Resultan Momentum cinta kita
Part II :
Malam gelap temani sepi
Secercah foton enggan menghampiri
Gelombang nada tiada menemani
Saat intuisi hanyalah ekspektasi
Saat kurasakan getaran cinta
Dengan kecepatan melebihi cahaya
Potensial tangga tak berdaya meluruhkannya
Mungkin ini hanya imajinasi hampa
Dunia kita ialah relativistik
Tampuk tahta bukan mekanika klasik
Tapi cintaku ini tetap deterministik
Dengan kesucian tanpa hukum probabilistik
Walau cinta ini tak bersambut
Walau luka ini sisakan takut
Namun nuraniku senantiasa terpaut
Layaknya katrol pesawat Atwood
Cinta ini takkan pernah bertepi
Seperti osilator harmonik tanpa terhenti
Semua rapi tersusun dalam hati
Bagai kristal tak cacat kisi
Akankah cinta ini kembali?
Menatap bayang indah rajutan mimpi
Ataukah khayal tetap berdiri?
Merusak angan dengan radiasi tinggi


Dikutip dari : unjakkreatif.blogspot.com

Aku, sampai, saat ini

Tersentakku,,, terkejut...
terbelalak melihat luasnya dunia....yang awalnya tak kupercaya....
terhenyakku,,, terperanjat....
begitu indahnya karya cipta ini....yang awalnya tak kuketahui....

kumenjerit,,, menangis......
saat kuterlahir di dunia.

untaian huruf,,, disusun dengan makna penuh asa....
sebuah kata,,, terangkai bersama khayalan tinggi menjelang masa....
sebuah nama,,, dilekatkan dengan harapan penuh cinta.

t'lah kulalui,,,
saat-saat sendok berisi bubur disuapkan....
t'lah kulalui,,,
saat-saat lutut  menggesek lantai....
t'lah kulalui,,,
saat-saat aq harus memakai seragam....
t'lah kulalui,,,
saat-saat bermain...
t'lah kulalui,,,
saat saat aq harus mencari jajan....

t'lah kurasakan,,,
manis dan pahitnya kehidupan...
t'lah kurasakan,,,
gelap dan terangnya perjalanan...
t'lah kurasakan,,,
lembut dan kerasnya Kenyataan.

apa yang telah terlewati,,
t'lah kulewati....
apa yang kucari,,,
masih tetap kucari....
apa yang kuinginkan,,,
kumasih menginginkannya....
apa yang harus kuperlajari,,,
tetap kupelajari.

semua yang terbaik dariku,
hanya kebetulan.
semua yang terbaik bagiku adalah sebuah rezeki luar biasa yang tak mungkin kubayarkan.

Syukurku,,,
saat ini kumasih Diizinkan menghirupkan nafas....
syukurku,,,
tak pernah Dibiarkan kelaparan dan terhempas...

Alhamdulillah ya ALLAH....Engkau masih mengizinkanku hidup diduniamu......
Sampai detik ini.....
 

Terimakasih Keikhlasan, dari keyakinan

Yakin dengan keyakinan itu,,,
Bersabar dalam kesabaran itu.
Optimis atas optimisme,
Ikhlasku atas keikhlasanmu....

Tepiskan ragu atas semua keraguan,
Tanamkan sayang didalam hati yang tersayang..
Tumbuhkan cinta diantara dua insan pecinta...

Semua itu tumbuh, sampai saat ini terus berkembang..
Angin kencang terkadang menggoyahkan..
Tapi akar keyakinan tetap membuatnya kokoh berdiri diatas kesetiaan...

Benih keikhlasan telah menghasilkan buah cinta dengan dahan kepercayaan dan indahnya bunga perhatian....

Terima kasih keikhlasan dari sebuah keyakinanmu yang telah menancap tajam  disebelah kanan organ dalam tubuhku.

D-Viz